Media Kampung – 24 Maret 2026 | Ribuan warga dan wisatawan memadati Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi saat ritual adat Barong Ider Bumi digelar pada Minggu (22/3/2026) atau hari kedua Lebaran.

Tradisi sakral masyarakat Suku Osing tersebut kembali digelar sebagai ritual tolak bala yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Sejak pagi, ruas jalan desa dipenuhi pengunjung yang ingin menyaksikan arak-arakan barong berkeliling kampung.

Tokoh adat Kemiren Suhaimi menjelaskan tradisi ini telah berlangsung sejak 1840-an saat desa dilanda wabah dan gagal panen.

“Warga saat itu mendapat petunjuk untuk mengarak barong keliling desa sebagai upaya mengusir musibah,” ujarnya.

Sebelum prosesi dimulai, ritual diawali dengan doa bersama di petilasan Buyut Cili sebagai bentuk penghormatan leluhur.

Arak-arakan barong kemudian bergerak dari sisi timur menuju barat desa sejauh sekitar dua kilometer.

Sepanjang rute, tokoh adat melakukan tradisi sembur uthik-uthik dengan menebarkan koin logam, beras kuning, dan bunga yang menjadi simbol tolak bala.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi Hartono mengatakan Barong Ider Bumi kini masuk dalam kalender Banyuwangi Attraction 2026.

“Acara ini rutin digelar setiap tahun dan selalu menarik wisatawan dari luar daerah,” kata Hartono.

Ritual ditutup dengan selamatan kampung yang diikuti warga secara massal.

Salah satu yang menjadi bagian penting dalam tradisi ini adalah sajian Pecel Pitik, kuliner khas Kemiren yang selalu hadir dalam setiap ritual adat.

Bagi masyarakat Kemiren, Barong Ider Bumi bukan sekadar pertunjukan budaya, tetapi simbol perlindungan sekaligus bentuk syukur yang terus dijaga hingga kini.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.