Media Kampung – 24 Maret 2026 | Arus balik Lebaran 2026 melalui Pelabuhan Ketapang ke Gilimanuk didominasi kendaraan roda dua, mencatat lonjakan signifikan.

Data Posko selama 24 jam pada 23 Maret mencatat 6.534 motor yang menyeberang, naik 34,2% dibandingkan tahun lalu.

Total kendaraan yang melewati pelabuhan pada hari yang sama mencapai 11.571 unit, meningkat 10,5% secara keseluruhan.

Pengiriman logistik juga tumbuh, dengan 464 truk tercatat, naik 30% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sebaliknya, jumlah mobil pribadi menurun 12,9% menjadi 4.290 unit, menandakan pergeseran pola mobilitas.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry, Windy Andale, menilai tren ini menunjukkan dominasi kendaraan pribadi terutama sepeda motor.

“Kenaikan signifikan pada roda dua menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat yang kembali dari libur Lebaran dengan kendaraan pribadi,” ujarnya.

Andale menambahkan kesiapan layanan pelabuhan mampu mengantisipasi lonjakan tersebut dengan penyesuaian armada dan jadwal.

Dari sisi Bali ke Jawa, arus penumpang melalui Gilimanuk juga meningkat, tercatat 26.617 penumpang pada H+1, naik 19,3% YoY.

Total kendaraan yang bergerak searah Bali‑Jawa mencapai 7.182 unit, meningkat 16,7% dibandingkan tahun sebelumnya.

Kumulatif penumpang yang berpindah dari Jawa ke Bali sejak H‑10 hingga H+1 mencapai 285.104 orang.

Sebaliknya, total penumpang yang berangkat dari Bali ke Jawa dalam periode yang sama mencapai 567.832 orang, naik 5,7%.

Peningkatan arus penumpang dan kendaraan menandakan pemulihan penuh setelah pembatasan perjalanan selama pandemi.

Pelabuhan Ketapang, yang merupakan pintu gerbang utama antara Jawa dan Bali, terus memperkuat infrastruktur untuk menampung volume tinggi.

PT ASDP menyiapkan tambahan kapal feri dan meningkatkan frekuensi keberangkatan selama periode puncak Lebaran.

Pemerintah daerah Banyuwangi juga menambah petugas keamanan dan layanan informasi untuk mengurangi antrean di area imigrasi.

Masyarakat diharapkan mematuhi protokol keselamatan dan memanfaatkan layanan tiket daring untuk mengurangi kerumunan.

Secara keseluruhan, arus balik Lebaran 2026 menunjukkan tren mobilitas tinggi, terutama melalui sepeda motor, yang memerlukan koordinasi lintas sektor.

Dengan penyesuaian operasional dan peningkatan kapasitas, pelabuhan diharapkan tetap melayani arus manusia dan barang secara lancar.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.