MediaKampung.com, Banyuwangi – Pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih di Banyuwangi masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait ketersediaan lahan di tingkat desa dan kelurahan.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Banyuwangi Nanin Oktavianti mengatakan dari total 217 desa dan kelurahan di Banyuwangi, baru 104 desa yang memulai proses pembangunan gerai koperasi tersebut.
Sebagian desa belum memiliki Tanah Kas Desa (TKD) yang memadai untuk pembangunan gerai KDMP.
“Ada beberapa desa yang TKD-nya tidak representatif. Ada juga yang lahannya masih berbentuk sawah sehingga harus diuruk terlebih dahulu,” ujar Nanin, Selasa (10/3/2026).
Selain persoalan teknis lahan, terdapat pula peringatan dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN agar lahan sawah tidak dialihfungsikan tanpa menyediakan lahan pengganti dengan luas yang setara.
Berdasarkan data dari BPKAD Banyuwangi, sekitar 29 titik lokasi pembangunan gerai KDMP masih menghadapi kendala terkait ketersediaan lahan.
Pemerintah awalnya menetapkan kebutuhan lahan untuk pembangunan gerai koperasi sekitar 1.000 meter persegi.
Namun kini pemerintah memberikan fleksibilitas sehingga pembangunan dapat dilakukan pada lahan seluas sekitar 600 hingga 800 meter persegi, meskipun tetap dianjurkan mendekati 1.000 meter persegi.
Meski menghadapi kendala, pembangunan tetap berjalan di sejumlah desa.
Saat ini tercatat delapan gerai KDMP di Banyuwangi telah selesai dibangun dan siap beroperasi, di antaranya berada di Desa Olesari, Kalirejo, serta beberapa desa lainnya.
“Yang sudah selesai seratus persen ada delapan titik dan siap beroperasi. Sementara puluhan titik lainnya masih dalam proses pembangunan,” kata Nanin.


Tinggalkan Balasan