MediaKampung.com, Banyuwangi – Puncak arus mudik Lebaran 2026 di lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk diprediksi terjadi pada 14 hingga 17 Maret. Lonjakan penumpang diperkirakan terjadi sebelum penutupan pelabuhan saat Hari Raya Nyepi di Bali.

General Manager ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang Arief Eko mengatakan operasional penyeberangan akan dihentikan selama 39 jam mulai 18 hingga 20 Maret.

“Prediksi kami puncaknya justru sebelum penutupan, sekitar 14 sampai 16 atau 17 Maret,” ujarnya, Selasa (10/3/2026).

Penutupan sementara dilakukan karena peringatan Hari Raya Nyepi di Bali yang mengharuskan seluruh aktivitas transportasi penyeberangan dihentikan.

Untuk mengantisipasi potensi penumpukan kendaraan, ASDP menyiapkan sejumlah langkah mitigasi. Salah satunya dengan menyediakan buffer zone atau kantong parkir di beberapa lokasi seperti kawasan Watu Dodol dan Bulusan.

Selain itu, ASDP juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan kepolisian untuk mengatur arus lalu lintas menuju Pelabuhan Ketapang.

Dari sisi armada, sebanyak 55 kapal disiapkan untuk melayani lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk. Rata-rata sekitar 28 kapal dioperasikan setiap hari.

ASDP bersama regulator yakni Balai Pengelola Transportasi Darat dan KSOP juga berencana mengoperasikan seluruh kapal berukuran besar mulai H-7 Lebaran.

“Kapal-kapal besar akan kami operasikan semua agar penyerapan kendaraan bisa lebih cepat,” kata Arief.

Ia memperkirakan jumlah penumpang dan kendaraan pada mudik tahun ini meningkat sekitar 4–5 persen dibandingkan tahun lalu.

Hingga H-10 Lebaran, kondisi penyeberangan masih relatif normal dan belum terlihat lonjakan kendaraan maupun penumpang.

ASDP mengimbau masyarakat yang akan menyeberang antara Jawa dan Bali untuk melakukan perjalanan lebih awal guna menghindari kepadatan menjelang penutupan pelabuhan.