MediaKampung.com, Banyuwangi – Program digitalisasi bantuan sosial yang diuji coba pertama kali di Banyuwangi memasuki tahap pengumuman hasil seleksi. Hasilnya akan diumumkan pada 2 Maret 2026, disertai alasan kelayakan atau ketidaklayakan penerima.

Sebanyak sekitar 350 ribu warga sebelumnya mendaftar dalam uji coba ini. Pemerintah juga membuka Masa Sanggah selama satu bulan bagi warga yang ingin mengoreksi data.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan masa sanggah menjadi ruang koreksi karena kondisi sosial ekonomi masyarakat bersifat dinamis.

“Data belum sepenuhnya mutakhir karena ini uji coba. Maka negara memberi ruang bagi warga untuk mengklarifikasi melalui proses sanggah,” ujarnya saat membuka Bimtek Masa Sanggah secara daring, Jumat (27/2/2026).

Seleksi dilakukan dengan integrasi data lintas instansi, termasuk kepemilikan tanah, kendaraan, dan konsumsi listrik. Pendekatan ini bertujuan meningkatkan akurasi dan ketepatan sasaran.

Principal Expert Government Technology Dewan Ekonomi Nasional, Rahmat Danu Andika, menjelaskan warga dapat mengakses hasil seleksi melalui kantor desa, agen Perlinsos, atau Portal Perlinsos.

“Proses sanggah mudah dan bisa dilakukan mandiri maupun dibantu agen di desa,” katanya.

Setiap sanggahan akan diverifikasi Badan Pusat Statistik. Jika sesuai kondisi riil, data akan diperbarui dalam sistem.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan masa sanggah merupakan bagian dari tata kelola transparan.

“Ini bukan tanda kegagalan, tetapi mekanisme koreksi agar bansos benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.

Hasil akhir program ini akan menjadi dasar penyaluran PKH dan BPNT dengan kuota dari pemerintah pusat.