Banyuwangi, MediaKampung.com – Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Banyuwangi selama dua hari, Rabu-Kamis (11-12/2/2026). Agenda utama kunjungan adalah pengawasan kebijakan pelestarian cagar budaya.

Rombongan dipimpin Wakil Ketua Komisi X MY Esti Wijayati dan diikuti sejumlah anggota DPR RI. Turut hadir perwakilan Kementerian Kebudayaan dari Subdirektorat Registrasi, Pengamanan, dan Penyelamatan Direktorat Warisan Budaya.

Kunjungan diawali Rapat Dengar Pendapat bersama Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Dewan Kesenian Blambangan, Tim Ahli Cagar Budaya, akademisi, budayawan, dan sejarawan di Pendopo Sabha Swagata Blambangan.

“Banyuwangi potensi budayanya luar biasa. Kita ingin melihat sejauh mana intervensi pemerintah dalam penguatan cagar budaya,” kata MY Esti Wijayati.

Ia menyebut hanya sekitar 5 persen dari lebih 400 ribu titik peninggalan di Indonesia yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya berdasarkan data Kementerian Kebudayaan. Permasalahan umum, menurutnya, berada pada aspek regulasi dan pendanaan yang sering tumpang tindih.

Secara faktual, Komisi X DPR RI melakukan pengawasan kebijakan pelestarian cagar budaya dan akan menjadikan hasil kunjungan ini sebagai bahan rujukan dalam pengambilan keputusan di tingkat nasional.

Bupati Ipuk Fiestiandani memaparkan sejumlah situs dan bangunan bersejarah di Banyuwangi, seperti Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Pasar Banyuwangi, Asrama Inggrisan, Museum Blambangan, Kantor Pos, hingga SMK PGRI 2 Giri Banyuwangi yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya.

Pemkab Banyuwangi juga telah menerbitkan Peraturan Bupati Nomor 11 Tahun 2019 tentang arsitektur Osing yang mewajibkan unsur arsitektur lokal pada bangunan pemerintah dan fasilitas publik.

Selain pelestarian budaya, Ipuk menyampaikan kesiapan menghadapi revalidasi UNESCO Global Geopark Ijen yang dijadwalkan tahun ini. Ia berharap dukungan Komisi X DPR RI dalam proses tersebut.

Kabupaten Banyuwangi dikenal memiliki jejak sejarah panjang mulai dari era Kerajaan Blambangan hingga masa kolonial dan perjuangan kemerdekaan. Situs-situs tersebut menjadi bagian penting identitas budaya daerah.

mediakampung.com akan terus mengikuti hasil kunjungan Komisi X DPR RI dan kebijakan pelestarian cagar budaya di Banyuwangi.