Banyuwangi – Suasana kegiatan pelantikan pengurus Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Banyuwangi, Kamis (5/2/2026), tak sekadar diwarnai prosesi seremonial. Di balik agenda itu, terselip pesan kuat tentang arah masa depan ekonomi lokal Banyuwangi yang bertumpu pada peran aktif pengusaha perempuan.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan pentingnya penguatan hilirisasi berbasis potensi lokal, saat menghadiri pelantikan dan pengukuhan Dewan Pengurus Cabang Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kabupaten Banyuwangi periode 2026–2031.

Dalam sambutannya sebagai pembina IWAPI, Ipuk mengajak para pengusaha perempuan untuk tidak hanya berfokus pada produksi bahan mentah, tetapi mulai mengembangkan produk bernilai tambah yang mampu menyerap tenaga kerja lokal.

Menurutnya, arah kebijakan nasional saat ini menempatkan hilirisasi sebagai prioritas utama pembangunan ekonomi.

“Pemerintah pusat sedang fokus pada hilirisasi. Ini momentum yang harus ditangkap oleh pengusaha IWAPI agar bisa ikut berperan aktif,” ujar Ipuk.

Ia menyebut, Banyuwangi memiliki modal besar untuk itu. Mulai dari sektor pertanian, perikanan, pariwisata, hingga ekonomi kreatif yang selama ini menjadi denyut nadi ekonomi warga di berbagai kecamatan.

Di titik ini, pelaku usaha perempuan diharapkan tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi motor penggerak ekonomi berbasis lokal.

Ipuk menekankan, hilirisasi bukan sekadar jargon kebijakan, melainkan strategi agar usaha memberi dampak nyata bagi masyarakat sekitar.

“Yang diharapkan pemerintah, usaha itu memberi nilai tambah. Tidak berhenti di produksi, tapi berdampak langsung pada kesejahteraan warga dan tenaga kerja lokal,” tegasnya.

Ia juga menilai IWAPI memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah daerah dalam membangun ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran perempuan di sektor usaha.

“Perempuan harus mendukung perempuan. Itu semangat yang harus terus dijaga di IWAPI,” tambah Ipuk.

Sementara itu, Ketua DPC IWAPI Banyuwangi periode 2026–2031, Hj. Erna Sukris Diani, menyatakan kesiapan organisasinya untuk berjalan seiring dengan arah kebijakan daerah dan nasional.

Menurut Erna, IWAPI akan fokus pada pendampingan, pelatihan, dan penguatan kapasitas pengusaha perempuan agar mampu naik kelas.

“Kami akan merangkul dan memberdayakan pengusaha perempuan Banyuwangi, khususnya pelaku UMKM, melalui wirausaha dan pelatihan agar derajat ekonominya meningkat,” ujarnya.

Pengukuhan pengurus IWAPI Banyuwangi tersebut juga dirangkaikan dengan pemeriksaan kesehatan, pameran produk UMKM lokal, serta keterlibatan sejumlah perbankan. Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Ketua Umum I DPD IWAPI Jawa Timur, Reny Widya Lestari.

Jika ditarik lebih jauh, pesan yang disampaikan dalam kegiatan ini bukan hanya soal organisasi, melainkan tentang bagaimana pengusaha perempuan Banyuwangi mengambil peran lebih besar dalam agenda ekonomi nasional yang kini digerakkan dari daerah.