Banyuwangi – Upaya menjaga stabilitas keamanan di Banyuwangi terus dilakukan dengan pendekatan dialog dan kebersamaan. Rabu (4/2/2026), Kapolresta Banyuwangi Polresta Banyuwangi menggelar silaturahmi bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Banyuwangi sebagai bagian dari penguatan kemitraan antara aparat keamanan dan tokoh agama.

Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, mencerminkan hubungan yang selama ini terjalin baik antara Polri dan NU di Banyuwangi.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Dr. Rofiq Ripto Himawan disambut langsung oleh Rais Syuriyah PC NU Banyuwangi, KH. Fachrudin Manan, beserta jajaran pengurus.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak berdiskusi secara terbuka mengenai peran strategis ulama dan aparat keamanan dalam menjaga ketenteraman masyarakat, terutama di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.

Kapolresta menyampaikan bahwa NU memiliki kontribusi besar dalam merawat persatuan, memperkuat moderasi beragama, serta menebarkan nilai kesejukan di tengah masyarakat Banyuwangi.

Menurut Kapolresta, sinergi antara Polri dan organisasi keagamaan seperti NU sangat strategis dalam menghadapi tantangan sosial, mulai dari isu keamanan, ketertiban, hingga penguatan toleransi antarwarga.

“Silaturahmi ini bukan sekadar menjaga hubungan kelembagaan, tetapi memperkuat kebersamaan kita dalam menjaga Banyuwangi tetap aman, damai, dan harmonis,” ujar Kombes Pol. Rofiq Ripto Himawan.

Ia menegaskan bahwa keterlibatan tokoh agama menjadi elemen penting dalam menciptakan rasa aman di tengah masyarakat, khususnya melalui pendekatan yang persuasif dan menyejukkan.

Sementara itu, jajaran PC NU Banyuwangi menyambut positif kunjungan Kapolresta. NU menyatakan kesiapan untuk terus bersinergi dengan Polresta Banyuwangi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Melalui pendekatan dakwah yang sejuk, dialogis, dan mengedepankan kemaslahatan umat, NU berkomitmen mendukung upaya Polri menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif.

Silaturahmi ini menjadi penegas bahwa menjaga keamanan daerah tidak hanya bertumpu pada aparat, tetapi juga membutuhkan peran aktif tokoh agama dan masyarakat. Dengan komunikasi yang solid, Banyuwangi diharapkan tetap menjadi wilayah yang aman, rukun, dan harmonis.