Banyuwangi – Kabupaten Banyuwangi kembali masuk dalam peta strategis pembangunan nasional. Kali ini, daerah di ujung timur Jawa tersebut disiapkan menjadi salah satu basis pengembangan energi baru terbarukan melalui rencana pembangunan pabrik bioetanol di kawasan Pabrik Gula Glenmore.
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mulai mematangkan persiapan proyek pembangunan pabrik bioetanol di unit PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Pabrik Gula Glenmore, Banyuwangi.
Director of Plantation & Agriculture Danantara, M Abdul Ghani, melakukan kunjungan langsung ke lokasi pada Selasa (3/2/2026) untuk memastikan kesiapan lahan sekaligus menyelaraskan langkah strategis antarpemangku kepentingan.
“Pembangunan pabrik bioetanol ini memiliki peran penting dalam mendukung agenda transisi energi nasional,” ujar Abdul Ghani di sela kunjungan.
Dalam peninjauan tersebut, Abdul Ghani didampingi Direktur Utama PT SGN Mahmudi, jajaran manajemen strategis SGN, serta perwakilan dari Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE).
Para pihak menggelar diskusi teknis terkait rencana peletakan batu pertama, tahapan pembangunan pabrik, hingga pembagian peran masing-masing institusi agar proyek dapat berjalan terukur dan berkelanjutan.
Menurut Abdul Ghani, pembangunan pabrik bioetanol di Banyuwangi bukan semata proyek infrastruktur, melainkan bagian dari strategi jangka panjang menuju kemandirian energi nasional.
Bioetanol yang dihasilkan nantinya berbasis komoditas tebu, sehingga mampu mengintegrasikan sektor pertanian dengan industri energi bersih.
“Ini adalah upaya konkret mengurangi ketergantungan energi fosil, menekan emisi karbon, sekaligus mengoptimalkan sumber daya pertanian dalam negeri,” jelasnya.
Direktur Utama PT SGN, Mahmudi, menegaskan kesiapan perusahaannya dalam mendukung pengembangan bioetanol dari hulu hingga hilir. Mulai dari ketersediaan bahan baku tebu, penguatan industri gula, hingga integrasi dengan ekosistem energi baru dan terbarukan.
“Proyek ini sejalan dengan transformasi industri gula nasional. Harapannya, tidak hanya menciptakan energi alternatif, tetapi juga nilai tambah berkelanjutan bagi petani dan daerah,” kata Mahmudi.
Rencana pembangunan pabrik bioetanol di PG Glenmore membuka peluang baru bagi Banyuwangi sebagai simpul energi hijau berbasis pertanian. Jika terealisasi sesuai rencana, proyek ini diyakini memberi dampak ekonomi, lingkungan, sekaligus memperkuat posisi daerah dalam agenda transisi energi nasional.


















Tinggalkan Balasan