BANYUWANGI – Lapangan Markas Polresta Banyuwangi pagi itu terasa berbeda. Barisan anggota berdiri rapi, suasana khidmat menyelimuti jalannya upacara penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Pengabdian, Senin (26/1/2026).
Upacara dipimpin langsung oleh Rofiq Ripto Himawan, Kapolresta Banyuwangi, sebagai bentuk penghargaan negara atas pengabdian panjang dan tanpa pelanggaran yang ditunjukkan puluhan personel Polri di Banyuwangi.
Sebanyak 72 anggota Polresta Banyuwangi menerima tanda kehormatan tersebut. Mereka terdiri dari personel dengan masa dinas 8 hingga 32 tahun yang dinilai konsisten menjalankan tugas secara disiplin dan profesional.
Puluhan Personel dari Berbagai Masa Dinas
Dalam prosesi tersebut, penghargaan diberikan kepada:
- 5 personel masa dinas 32 tahun
- 25 personel masa dinas 24 tahun
- 13 personel masa dinas 16 tahun
- 29 personel masa dinas 8 tahun
Upacara diikuti Wakapolresta Banyuwangi Teguh Priyo Wasono, para pejabat utama, kapolsek jajaran, serta seluruh personel Polresta Banyuwangi.
Di antara barisan, terlihat wajah-wajah yang telah puluhan tahun mengabdikan diri menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat Banyuwangi, dari wilayah kota hingga pelosok kecamatan.
Dalam amanatnya, Kapolresta Banyuwangi menegaskan bahwa Satyalancana bukan hanya simbol kehormatan, tetapi juga amanah moral yang harus dijaga.
Menurutnya, penghargaan dari negara harus dibalas dengan sikap hidup, perilaku, dan etika yang mencerminkan kehormatan institusi Polri.
“Negara sudah memberikan penghargaan tertinggi. Maka hormatilah diri sendiri dan institusi, dimulai dari hal paling sederhana: cara berseragam, berbicara, dan bertingkah laku,” ujar Kapolresta di hadapan peserta upacara.
Ia menekankan bahwa seragam Polri bukan sekadar pakaian dinas, melainkan simbol kehadiran negara di tengah masyarakat.
Kapolresta juga mengingatkan falsafah Jawa yang sarat makna:
Ajining diri soko lati, ajining rogo soko busono, ajining awak soko tumindak.
Filosofi tersebut, menurutnya, relevan dalam kehidupan anggota Polri, di mana kehormatan ditentukan oleh ucapan, penampilan, dan perbuatan.
Tak hanya itu, Kapolresta menyampaikan peringatan keras agar anggota tidak tergoda kepentingan sesaat yang berpotensi merusak nama baik institusi.
“Jangan sampai demi kepentingan pribadi atau materi, rekan-rekan mengkhianati institusi yang telah membesarkan dan menjadi sandaran hidup keluarga,” tegasnya.
Kapolresta mengajak seluruh personel menjadikan Satyalancana sebagai momentum refleksi dan peningkatan kualitas pengabdian, bukan sekadar pencapaian administratif.
Ia juga menegaskan komitmen pimpinan untuk terus melakukan pembinaan dan memberi teladan, serta meminta para kepala satuan kerja bertanggung jawab penuh terhadap perilaku dan kinerja anggotanya.
Upacara ditutup dengan pemberian ucapan selamat kepada para penerima penghargaan, diiringi harapan agar semangat pengabdian terus terjaga dalam setiap lini pelayanan kepolisian di Banyuwangi.
Penganugerahan Satyalancana Pengabdian ini menjadi pengingat bahwa dedikasi jangka panjang, disiplin, dan integritas tetap menjadi fondasi utama kepercayaan publik terhadap Polri, khususnya di Banyuwangi.

















Tinggalkan Balasan