Banyuwangi – Tidak banyak yang tahu, Kabupaten Banyuwangi memiliki bank sperma khusus hewan ternak seperti sapi dan kerbau. Fasilitas ini dikelola oleh Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi dan berperan penting dalam menjaga sekaligus meningkatkan populasi ternak melalui program inseminasi buatan.

Bank sperma ternak tersebut berada di Kantor Dispertan Banyuwangi. Ribuan dosis sperma hewan ternak disimpan dalam kontainer khusus yang dibekukan menggunakan nitrogen cair untuk menjaga kualitas dan daya tahannya.

Kepala Bidang Budidaya dan Usaha Peternakan Dispertan Banyuwangi, Abdul Rozak, menjelaskan satu kontainer mampu menampung sekitar 500 hingga 600 straw atau dosis sperma.

“Penyimpanan dilakukan di dalam kontainer khusus yang berisi nitrogen cair dengan suhu minus 196 derajat Celsius. Dengan penanganan yang tepat, kualitas sperma bisa bertahan hingga bertahun-tahun,” kata Rozak, Selasa (13/1/2026).

Rozak mengungkapkan, sperma ternak tersebut didatangkan dari Balai Inseminasi Buatan Singosari dan Balai Inseminasi Buatan Lembang. Seluruh sperma dikirim ke Banyuwangi dalam kondisi beku menggunakan wadah kontainer khusus.

Jenis sperma ternak yang tersedia cukup beragam, mulai dari sapi Limousin, Simental, Belgian Blue, Brahman, Peranakan Ongole (PO), Friesian Holstein (FH), Angus, sapi Bali, hingga kerbau.

“Ribuan sperma sapi kami terima setiap dua minggu sekali, kemudian didistribusikan kepada para inseminator yang tersebar di seluruh kecamatan di Banyuwangi,” jelasnya.

Menurut Rozak, jenis sperma yang paling diminati peternak di Banyuwangi adalah sapi Simental dan Limousin, disusul sapi Brahman di posisi berikutnya.

Saat ini, terdapat 52 petugas inseminator yang aktif melayani peternak. Untuk membuntingkan satu ekor sapi, rata-rata dibutuhkan sekitar 1,5 dosis sperma. Setiap dosis berisi 0,25 mililiter dan hanya dapat digunakan satu kali dalam proses inseminasi.

“Program inseminasi buatan ini terbukti efektif, tidak hanya menjaga populasi ternak, tetapi juga menjamin ketersediaan daging serta meningkatkan produktivitas dan pendapatan peternak,” ujar Rozak.

Ia menambahkan, setiap bulan program inseminasi buatan di Banyuwangi mampu menghasilkan sekitar 2.300 kelahiran ternak. Angka tersebut menjadi salah satu penopang ketahanan pangan daerah, khususnya pada sektor peternakan sapi dan kerbau.