Sebanyak 32 tim drumband dari jenjang TK hingga SMA sederajat ambil bagian dalam Kejuaraan Drumband Tingkat Kabupaten Banyuwangi 2026 yang digelar di kawasan Kantor Bupati Banyuwangi, Jumat (9/1/2026). Ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga wadah pembentukan karakter dan kebersamaan pelajar.
Kejuaraan drumband tingkat kabupaten tersebut berlangsung meriah dengan ribuan warga memadati sepanjang rute kirab. Seluruh peserta tampil dalam pawai sejauh kurang lebih 2,5 kilometer, dimulai dari depan Kantor Bupati Banyuwangi dan berakhir di Taman Blambangan.
Setiap tim menyuguhkan penampilan terbaik melalui permainan musik, koreografi, serta kostum yang beragam. Mulai dari busana bertema tradisional, profesi, hingga karakter hewan, seluruh peserta berupaya tampil atraktif untuk memikat perhatian penonton dan dewan juri.
Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuwangi, Guntur Priambodo, mengatakan kegiatan ini memiliki nilai lebih dari sekadar perlombaan.
โBukan hanya lomba, ini juga ajang pembentukan karakter bagi anak-anak Banyuwangi,โ ujar Guntur saat melepas peserta kirab.
Ia menjelaskan, drumband mengajarkan banyak nilai kehidupan. Irama melatih keteraturan, tempo menanamkan kesabaran, dan harmoni membentuk kebersamaan. Disiplin dalam latihan dan penampilan dinilai mampu membangun karakter juara sejak usia dini.
Dalam drumband, lanjut Guntur, tidak ada satu pun alat yang bisa berjalan sendiri. Ketika satu bagian terlambat atau tidak selaras, seluruh formasi akan terganggu.
โDi situlah anak-anak belajar bahwa prestasi lahir dari kekompakan dan kerja tim, bukan semata kehebatan individu. Drum band adalah simbol hidup dari kebersamaan,โ katanya.
Ia berharap kejuaraan ini dapat memotivasi generasi muda Banyuwangi untuk terus berprestasi, baik di bidang seni, akademik, maupun nonakademik. Guntur juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjunjung sportivitas selama berlomba.
Sepanjang rute kirab, penampilan para peserta mendapat sambutan meriah dari masyarakat. Salah satu tim yang mencuri perhatian datang dari SDN 2 Kedunggebang, Kecamatan Tegaldlimo, dengan drumband Gema Bung Landa. Tim ini tampil enerjik dengan koreografi dinamis serta kostum dominan warna kuning lengkap dengan atribut caping petani.
Tim-tim lain tak kalah menarik. Beberapa kelompok dari tingkat SMA tampil dengan kostum hewan dan membawakan lagu-lagu variatif, mulai dari lagu perjuangan, lagu daerah, hingga lagu populer yang akrab di telinga penonton.

















Tinggalkan Balasan