Media Kampung – 10 Maret 2026 | Bandar Lampung, 10 Maret 2026 – Menjelang Maghrib pada hari Selasa (10/3/2026), warga kota ini kembali menantikan azan yang menandai waktu berbuka puasa. Jadwal resmi yang dirilis oleh Direktorat Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) menjadi acuan utama bagi masyarakat untuk menyiapkan diri menjalankan ibadah puasa selama Ramadan 1447 H.
Jadwal Shalat dan Maghrib di Bandar Lampung Hari Ini
Berikut rangkaian waktu shalat lima waktu di Bandar Lampung pada tanggal 10 maret 2026:
| Shalat | Waktu (WIB) |
|---|---|
| Subuh | 04:45 |
| Dzuhur | 12:15 |
| Ashar | 15:30 |
| Maghrib | 18:02 |
| Isya | 19:20 |
Azan Maghrib pukul 18:02 WIB menjadi sinyal resmi bagi warga untuk berbuka puasa. Jadwal ini bersumber dari Ditjen Bimas Islam Kemenag dan telah disebarluaskan melalui portal KOMPAS.com.
Doa-Doa Buka Puasa yang Populer
Sejumlah doa tradisional menjadi bagian tak terpisahkan dari momen berbuka. Di antaranya:
- Doa riwayat Abu Daud: “ุงููููููู ูู ูููู ุตูู ูุชูุ ููุนูููู ุฑูุฒููููู ุฃูููุทูุฑูุชู” (Allahumma laka sumtu wa ‘alaa rizqika afthortu) – artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.”
- Doa tambahan yang sering dilontarkan masyarakat: “ุงูููููู ูู ูููู ุตูู ูุชู ููุจููู ุขู ูููุชู ููุนูููู ุฑูุฒููููู ุฃูููุทูุฑูุช ุจูุฑูุญูู ูุชููู ููุง ุฃูุฑูุญูู ู ุงูุฑููุงุญูู ูููู” – artinya: “Ya Allah Dzat yang Maha Pemurah, untuk-Mu aku berpuasa, dengan keimanan kepada-Mu, dan dengan rezeki serta rahmat-Mu aku berbuka.”
- Doa riwayat sahabat Ibnu Umar: “ุฐูููุจู ุงูุธููู ูุฃูุ ููุงุจูุชููููุชู ุงููุนูุฑููููุ ููุซูุจูุชู ุงููุฃูุฌูุฑู ุฅููู ุดูุงุกู ุงูููููู” – artinya: “Dahaga telah hilang, tenggorokan basah, dan pahala telah ditetapkan, insya Allah.”
Doaโdoa tersebut dapat ditemukan lengkap di Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Kisah Dosen UBL yang Menjalani Ramadan di Moskow
Di luar Indonesia, pengalaman Ramadan juga terasa berbeda. Dosen Fakultas Hukum Universitas Bandar Lampung (UBL), Aprinisa—yang akrab dipanggil Riri—menyampaikan kisahnya saat menempuh studi doktoral di Peoples’ Friendship University of Russia (RUDN University), Moskow. Menurutnya, suhu di Moskow pada awal Ramadan masih berada di bawah nol derajat, dengan salju menutupi jalanan. Durasi puasa di sana berkisar 13โ14 jam, dimulai pukul 04:30 dan berakhir sekitar 18:45 waktu setempat, hampir sama dengan Indonesia namun dengan kondisi iklim yang ekstrem.
“Di Indonesia, Ramadan selalu hidup dengan jalanan ramai penjual takjil, aroma khas, dan kebersamaan. Di Moskow, suasananya jauh lebih sunyi karena masyarakat menjalani aktivitas seperti biasa,” ujar Riri melalui pesan WhatsApp pada Selasa (10/03/2026). Ia menambahkan bahwa tidak ada rasa haus yang menyengat seperti di daerah tropis; justru dinginnya udara menjadi tantangan tersendiri bagi tubuh.
Untuk berbuka, Riri menyiapkan makanan sederhana seperti kurma, air hangat, sup, atau nasi dengan lauk yang dibeli dari supermarket. “Makanan hangat di tengah udara dingin terasa sangat berarti setelah seharian berpuasa,” katanya. Meskipun jauh dari tanah air, komunitas Muslim di Moskow tetap merayakan Ramadan lewat salat tarawih berjamaah di Moscow Cathedral Mosque serta kegiatan buka puasa bersama yang melibatkan warga dari Asia Tengah, Timur Tengah, hingga Asia Tenggara.
Pengalaman ini mengajarkan Riri tentang kemandirian, ketahanan diri, dan menjaga iman di tempat yang jauh dari rumah. “Ramadan di sini mengajarkan bahwa makna bulan suci tidak selalu hadir melalui keramaian, melainkan juga dapat ditemukan dalam kesederhanaan dan keheningan,” tuturnya.
Makna Maghrib bagi Warga Bandar Lampung
Azan Maghrib tidak sekadar menandai waktu berbuka, melainkan juga menjadi momen refleksi spiritual. Bagi warga Bandar Lampung, suara adzan yang mengalun menandai akhir puasa dan awal ibadah maghrib, diikuti dengan doa dan takjil. Dengan jadwal resmi yang akurat serta doaโdoa yang terpelihara, umat dapat melaksanakan ibadah dengan khusyuk.
Di era digital, informasi jadwal shalat dapat diakses melalui aplikasi resmi Kemenag, website KOMPAS, atau layanan media sosial. Kemudahan ini membantu masyarakat menyesuaikan aktivitas harian, terutama bagi mereka yang bekerja atau bersekolah.
Dengan menggabungkan data resmi, tradisi doa, dan kisah manusia yang menjalani Ramadan di luar negeri, kita dapat melihat betapa universalnya nilai spiritual Ramadan, sekaligus menegaskan pentingnya ketepatan waktu Maghrib sebagai penanda utama dalam menjalankan ibadah puasa di seluruh dunia.









Tinggalkan Balasan