Media Kampung – 29 Maret 2026 | Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Achmad Azran menegaskan pentingnya terciptanya gencatan senjata di Timur Tengah menjelang pelaksanaan ibadah haji tahun 2026. Ia menilai stabilitas keamanan kawasan menjadi prasyarat utama bagi kelancaran ribuan ribu jamaah Indonesia.

Haji melibatkan lebih dari dua juta Muslim setiap tahunnya, menjadikannya salah satu rukun Islam berskala global. Oleh karena itu, Azran meminta semua pihak yang terlibat konflik untuk menghormati momentum suci tersebut.

Selain faktor keamanan, Azran mengingatkan dampak ekonomi yang timbul akibat konflik yang berkepanjangan. Kenaikan harga energi, khususnya bahan bakar minyak, telah meningkatkan biaya perjalanan haji secara signifikan.

Ia menambahkan bahwa fluktuasi harga minyak dapat memperberat beban finansial calon jamaah, terutama bagi mereka yang mengandalkan subsidi atau bantuan pemerintah. Jika ketegangan geopolitik tidak mereda, biaya logistik haji diprediksi akan terus meningkat.

Azran juga menyoroti peran Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Menurutnya, posisi diplomatik Indonesia memberikan legitimasi moral untuk berkontribusi dalam mediasi konflik.

“Indonesia memiliki kapasitas diplomatik dan posisi yang kuat di dunia internasional. Saya berharap pemerintah dapat berperan aktif dalam mendorong dialog dan menjadi bagian dari solusi perdamaian,” kata Azran dalam sambutannya di Jakarta.

Ia mengusulkan agar kementerian luar negeri bersama lembaga terkait menyusun inisiatif gencatan senjata yang melibatkan negara‑negara berpengaruh di kawasan. Inisiatif tersebut diharapkan dapat membuka jalur komunikasi antara pihak bersenjata yang sedang berkonflik.

Azran menekankan bahwa keberhasilan gencatan senjata tidak hanya akan memastikan keselamatan jamaah, tetapi juga menurunkan tekanan ekonomi global yang dipicu oleh konflik. Harga minyak yang stabil dapat mengurangi beban biaya transportasi haji.

Ia menutup pidatonya dengan harapan bahwa momentum haji 2026 dapat menjadi titik awal perdamaian yang berkelanjutan. “Semoga pelaksanaan ibadah haji tahun ini dapat berlangsung aman, lancar, dan penuh khusyu’ah,” ujarnya.

Para pengamat menilai seruan Azran sejalan dengan kebijakan luar negeri Indonesia yang mengedepankan dialog dan perdamaian. Mereka menilai peran aktif Indonesia dapat memperkuat citra negara sebagai mediator netral.

Jika pemerintah menindaklanjuti usulan tersebut, Indonesia berpotensi menjadi fasilitator utama dalam proses gencatan senjata, sekaligus memperkuat keamanan jalur haji bagi jutaan jamaah Indonesia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.