Media Kampung – 28 Maret 2026 | Prabowo Subianto mengeluarkan perintah untuk mempercepat pembangunan fasilitas waste‑to‑energy (WTE) di kota‑kota besar Indonesia. Langkah ini ditujukan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, memanfaatkan sampah secara produktif, dan memperkuat ketahanan energi nasional.

Instruksi tersebut muncul di tengah tekanan geopolitik yang mengganggu pasokan energi dunia, sehingga pemerintah menekankan diversifikasi sumber energi. Kebijakan percepatan WTE dipandang sebagai bagian integral strategi nasional untuk mengatasi fluktuasi impor minyak dan gas.

Sejalan dengan arahan Prabowo, PT Pertamina (Persero) mengintensifkan program budaya hemat energi di seluruh unit kerja. Perusahaan menegaskan bahwa penghematan energi bukan sekadar slogan, melainkan langkah operasional yang konkret untuk mendukung target energi berkelanjutan.

Beberapa inisiatif Pertamina mencakup penyediaan layanan shuttle bus yang menghubungkan kantor dengan stasiun kereta commuter dan halte bus utama. Fasilitas ini memudahkan karyawan beralih ke transportasi publik, mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, dan menurunkan emisi karbon.

Pertamina juga meluncurkan kampanye edukasi bagi masyarakat sekitar tentang pentingnya penggunaan energi secara bijak. Program ini melibatkan pelatihan, materi visual, dan kerja sama dengan sekolah serta kelompok lingkungan untuk menumbuhkan kesadaran tentang pengelolaan sampah dan energi.

“Gerakan bersama menghemat energi makin diperlukan untuk mendukung upaya pemerintah dalam menjaga keberlanjutan energi,” ujar Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication Pertamina. Ia menekankan bahwa perilaku hemat energi di tempat kerja dapat memberikan dampak signifikan pada konsumsi nasional.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menambahkan bahwa percepatan proyek WTE akan dipadukan dengan insentif fiskal bagi investor swasta. Pemerintah berkomitmen menyediakan regulasi yang mempermudah perizinan serta memfasilitasi pembiayaan proyek energi terbarukan.

Target jangka pendek mencakup penambahan kapasitas WTE sebesar 1.500 megawatt pada lima tahun ke depan, dengan fokus pada Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, dan Makassar. Jika tercapai, diperkirakan akan mengurangi penggunaan BBM transportasi publik hingga 10 persen.

Secara keseluruhan, sinergi antara arahan politik Prabowo dan langkah operasional Pertamina menciptakan ekosistem yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Pemerintah berharap kombinasi kebijakan, investasi, dan partisipasi publik dapat mempercepat transisi energi Indonesia menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.