Media Kampung – 25 Maret 2026 | Roy Suryo menanggapi permintaan maaf Rismon Sianipar kepada Presiden Joko Widodo dengan nada keras, menyebutnya fatal dan menyatakan rasa kasihan.
Rismon mengirimkan surat permintaan maaf setelah publikasi media mengungkap konflik internal yang memicu perpecahan dalam kemitraan politiknya dengan Roy.
Dalam surat tersebut, Rismon menyatakan penyesalan atas tindakan yang dianggapnya merugikan citra pemerintahan Jokowi.
Roy menanggapi dengan menegaskan bahwa maaf yang disampaikan tidak dapat menutup luka akibat perselisihan yang melibatkan kepentingan publik.
“Itu fatal, saya kasihan,” ujar Roy dalam sebuah wawancara singkat, menambahkan bahwa konsekuensi politik sudah tak dapat dihindari.
Menurut Roy, tindakan Rismon justru memperlihatkan kelemahan moral yang dapat dimanfaatkan lawan politik.
Rismon sebelumnya menjadi sorotan setelah kemitraannya dengan Roy berakhir secara kontroversial, menyisakan pertanyaan tentang alokasi dana kampanye.
Pengamat politik menilai bahwa perpecahan itu menciptakan celah dalam jaringan dukungan partai yang mendukung Jokowi.
Roy menambahkan bahwa ia merasa kasihan karena Rismon tampak terpuruk di tengah sorotan publik dan kehilangan kepercayaan.
Dia menekankan bahwa rasa kasihan tidak berarti memaafkan, melainkan mengakui kerugian moral yang terjadi.
Rismon, dalam pernyataan lanjutan, menyatakan bahwa maafnya ditujukan untuk meredakan ketegangan dan memulihkan hubungan baik dengan pemerintah.
Dia menegaskan tidak ada niat politik tersembunyi di balik permintaan maaf tersebut.
Roy menolak pandangan tersebut, menyatakan bahwa setiap langkah politik harus diukur dengan dampak nyata bagi rakyat.
Dia menyebut Eggi Sudjana, tokoh politik lain, lebih terhormat dalam menjaga integritas di tengah persaingan.
Roy mencontohkan Eggi sebagai contoh kepemimpinan yang tidak terjebak dalam konflik pribadi.
Komentar Roy memicu reaksi beragam di media sosial, sebagian mengkritik nada sarkastiknya, sementara yang lain mendukung sikap tegasnya.
Beberapa analis menilai pernyataan Roy dapat memperparah polarisasi dalam koalisi pendukung Jokowi.
Namun, mereka juga mencatat bahwa kritik terbuka dapat memperkuat akuntabilitas di antara elit politik.
Presiden Jokowi belum memberikan komentar resmi terkait permintaan maaf atau respons Roy.
Istana menegaskan bahwa pemerintah tetap fokus pada program pembangunan dan tidak terpengaruh oleh perselisihan internal partai.
Rismon menyatakan kesiapan untuk berkontribusi pada agenda nasional jika diberikan kesempatan.
Ia menutup pernyataannya dengan harapan agar perbedaan dapat diatasi demi kepentingan bersama.
Roy menutup perbincangan dengan menegaskan bahwa politik harus bersih dari kepentingan pribadi dan menekankan pentingnya integritas.
Situasi ini menambah dinamika politik menjelang pemilihan umum berikutnya, di mana aliansi dan persaingan terus berubah.
Kejadian ini mencerminkan tantangan bagi partai-partai dalam menjaga koherensi internal dan mengelola ekspektasi publik.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan