Media Kampung – 24 Maret 2026 | Presiden Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri menerima kunjungan Duta Besar Republik Islam Iran, Ali Rezaei, pada Senin (23 Maret 2026) di kediamannya, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta. Kedatangan diplomat tersebut disambut hangat oleh staf rumah dan anggota partai PDIP yang hadir.

Setelah disambut, Megawati mengarahkan Rezaei ke kantor pusat DPP PDIP yang berada tidak jauh dari rumahnya, mengingat agenda utama pertemuan adalah pembahasan kerja sama partai dengan kedutaan. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyiapkan ruang pertemuan khusus untuk diskusi.

Pertemuan berlangsung lebih dari dua setengah jam, dengan fokus pada peningkatan hubungan politik, ekonomi, dan budaya antara Indonesia dan Iran. Kedua pihak menekankan pentingnya dialog konstruktif dalam rangka memperkuat kemitraan strategis di kawasan Asia‑Pasifik.

Megawati menyampaikan harapannya agar Iran dapat meningkatkan investasi di sektor energi terbarukan dan pertanian Indonesia. “Kami terbuka untuk kolaborasi yang menguntungkan kedua belah pihak, terutama dalam teknologi hijau dan pengembangan infrastruktur,” ujarnya.

Duta Besar Rezaei menanggapi dengan menyoroti potensi kerjasama dalam bidang minyak dan gas, serta peluang ekspor produk halal Iran ke pasar Indonesia. Ia menambahkan, “Kami siap mendukung program pemerintah Indonesia dalam memperluas jaringan perdagangan regional.”

Dalam sesi pertukaran cinderamata, Megawati memberikan kain batik khas Indonesia kepada Rezaei sebagai simbol persahabatan budaya. Sebagai balasan, duta besar menyerahkan sebuah karpet tradisional Iran yang dibuat secara manual.

Hadirin lain, termasuk Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, dan Kepala Badan Riset dan Analisis Kebijakan Partai Andi Widjajanto, ikut memberikan masukan terkait kerjasama legislatif dan kebijakan luar negeri.

Pembahasan juga mencakup isu-isu regional seperti konflik di Yaman dan upaya mediasi di antara negara‑negara Timur Tengah. Kedua belah pihak sepakat untuk memperkuat koordinasi dalam forum regional seperti OIC dan ASEAN.

Megawati menekankan peran partai dalam mendukung kebijakan luar negeri pemerintah, menambahkan bahwa DPP PDIP akan menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara Jakarta dan Teheran. “Keterlibatan partai politik dalam diplomasi memberi dimensi baru bagi hubungan bilateral,” katanya.

Setelah pertemuan, Rezaei mengunjungi kantor DPP PDIP untuk menandatangani nota kesepahaman (MoU) tentang pertukaran pelatihan kebijakan publik bagi pejabat muda kedua negara. Dokumen tersebut diharapkan dapat mempercepat transfer pengetahuan dan teknologi.

Acara diakhiri dengan foto bersama yang menampilkan Megawati, Rezaei, serta sejumlah tokoh PDIP. Momen tersebut mencerminkan komitmen bersama untuk memperluas kerja sama lintas sektoral.

Kunjungan ini menandai lanjutan dialog antara Indonesia dan Iran yang sebelumnya sempat terhenti akibat dinamika politik internasional. Kedua negara bertekad melanjutkan pembicaraan dalam rangka mengoptimalkan potensi ekonomi dan kebudayaan.

Dengan penandatanganan MoU dan pertukaran gagasan strategis, hubungan Indonesia‑Iran diharapkan akan memasuki fase baru yang lebih produktif. Kedepannya, DPP PDIP dan Kedutaan Besar Iran berjanji akan mengadakan pertemuan rutin untuk meninjau implementasi kesepakatan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.