Media Kampung – 24 Maret 2026 | Kim Jong-un terpilih kembali sebagai Presiden Urusan Negara DPRK pada Sidang Pertama Majelis Rakyat Tertinggi pada 22 Maret 2026.

Keputusan tersebut diumumkan KCNA pada 23 Maret dan diklaim mencerminkan keinginan seluruh rakyat Korea Utara.

Upacara peresmian Jalan Saeppyol di Pyongyang menampilkan pemimpin tertinggi dengan setelan jas formal bergaya Barat.

Penampilannya terlihat lebih santai dibandingkan acara resmi sebelumnya, menambah citra pribadi yang lebih akrab.

Pada kesempatan itu, Kim juga terlihat bersama putrinya, Ju Ae, yang turut hadir di samping ayahnya.

Kedua tokoh tersebut berjalan menyusuri panggung diapit patung Kim Il-sung dan Kim Jong-il, menegaskan kontinuitas dinasti.

Sejumlah pengamat menilai kehadiran Ju Ae menambah citra keluarga Kim yang lebih humanis dan menguatkan legitimasi internal.

Lee Ho-ryung dari Institut Analisis Pertahanan Korea menyatakan bahwa pemilihan Kim sudah direncanakan jauh sebelumnya.

Ia menambahkan bahwa tidak ada perubahan signifikan dalam kebijakan yang diharapkan, sehingga proses politik tetap terkontrol.

Selama pidato, Kim menekankan pentingnya mempertahankan kemandirian ekonomi dan pertahanan serta komitmen negara terhadap program nuklir.

Media negara menampilkan gambar Kim menguji sebuah tank tempur bersama Ju Ae di lapangan militer, menonjolkan sisi “kasual” pemimpin.

Tank yang dipamerkan merupakan model terbaru yang diklaim memiliki mobilitas tinggi di medan berat.

Ju Ae tampak antusias mengamati proses pengujian bersama ayahnya, menambah kesan kebersamaan keluarga dalam urusan militer.

Pengamat militer menilai demonstrasi tersebut sebagai sinyal kuat bahwa DPRK terus memperkuat kemampuan tempur.

Mereka menyoroti peningkatan teknologi pada kendaraan lapis baja sebagai bagian dari strategi pertahanan.

Komunitas internasional menanggapi kembali terpilihnya Kim dengan sikap skeptis dan menyerukan dialog konstruktif mengenai denuklirisasi.

PBB belum mengeluarkan pernyataan resmi, namun menekankan pentingnya stabilitas di Semenanjung Korea.

Di dalam negeri, laporan media menyebutkan antusiasme rakyat terhadap acara tersebut, dengan foto-foto warga berbaris menyambut Kim tersebar luas.

Kebebasan pers tetap terbatas, sehingga laporan kritis sulit muncul, menantang observasi independen atas proses politik DPRK.

Selama masa jabatan ke-15, Kim Jong-un meluncurkan beberapa proyek infrastruktur besar, termasuk Jalan Saeppyol untuk memperbaiki konektivitas kota.

Pemerintah juga menyoroti pencapaian dalam bidang pendidikan dan kesehatan, meski data independen sulit diverifikasi.

Secara keseluruhan, terpilihnya kembali Kim Jong-un menandai kelanjutan kebijakan lama dengan penekanan pada militer dan legitimasi keluarga, dan pemerintah diperkirakan akan melanjutkan agenda yang sudah ditetapkan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.