Media Kampung – 23 Maret 2026 | Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) meski ada kritik dan ancaman pemotongan anggaran.

Dalam sebuah diskusi daring yang disiarkan di kanal YouTube resmi, Prabowo menyatakan bersedia mempertaruhkan kepemimpinannya demi keberlangsungan MBG, menekankan prioritas gizi anak.

Ia menambahkan bahwa alokasi dana MBG tidak akan ditarik meski krisis ekonomi akibat perang di Timur Tengah menekan APBN.

Untuk mengawasi pelaksanaan program, Prabowo meluncurkan inisiatif yang melibatkan ibu‑ibu rumah tangga melalui panggilan telepon terpusat, meminta mereka melaporkan temuan tentang kualitas bahan makanan dan distribusi.

Pendekatan tersebut memanfaatkan jaringan relawan wanita yang telah terdaftar di pusat layanan pemerintah, dengan tujuan mengidentifikasi praktik mark‑up dan penyimpangan logistik.

Ibu‑ibu yang dipanggil diminta mencatat harga bahan baku, kondisi penyimpanan, serta keluhan penerima manfaat di daerah masing‑masing, kemudian melaporkannya melalui nomor khusus yang disediakan.

Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis oleh tim verifikasi Kementerian Sosial, yang berkoordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan untuk menindaklanjuti temuan.

Prabowo menegaskan bahwa mekanisme ini akan meningkatkan transparansi dan memberi suara langsung kepada penerima manfaat, mengurangi ruang bagi korupsi.

Ia mengutip pujian dari Rockefeller Foundation yang menyebut MBG sebagai investasi terbaik, dengan estimasi return antara 7 hingga 35 dolar per dolar yang dibelanjakan.

Menurut Prabowo, program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah menciptakan lapangan kerja bagi ribuan petani dan tenaga kerja lokal, memperkuat rantai pasok domestik.

Statistik internal menunjukkan lebih dari 1,5 juta pekerjaan terbuka melalui jaringan SPPG di seluruh Indonesia, termasuk di daerah terpencil.

Kritikus tetap menyoroti laporan tentang kualitas makanan yang tidak konsisten dan dugaan markup, namun pemerintah berargumen bahwa pemotongan dana akan memperburuk masalah stunting.

Prabowo menutup dengan menegaskan bahwa selama krisis, pemerintah tidak akan menghentikan MBG dan akan terus mengoptimalkan anggaran lain untuk menutupi kebutuhan program.

Komitmen Presiden tetap kuat, dengan sistem pengawasan berbasis ibu‑ibu diharapkan meningkatkan akuntabilitas MBG.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.