Media Kampung – 11 Maret 2026 | Jakarta, 11 Maret 2026 – Pada peringatan Nuzulul Qur’an 1447 Hijriyah yang diselenggarakan di Istana Negara, Prof. Dr. Muhammad Quraish Shihab menyampaikan doa khusus untuk Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Acara yang digelar pada Selasa malam (10/3/2026) dihadiri pejabat tinggi, ulama, serta tokoh masyarakat, menjadi sorotan karena Quraish Shihab tidak hanya memberikan ceramah agama, melainkan juga menambahkan pesan moral dan politik yang relevan dengan kepemimpinan negara.

Doa yang Diilhami Guru Besar Mesir

Dalam sambutan pertamanya, Quraish Shihab mengutip kisah gurunya, Syekh Mutawalli Sya’rawi, seorang ulama ternama Mesir yang pernah memanjatkan doa untuk Presiden Hosni Mubarak pada masa lalu. “Saya ingin berdoa untuk Bapak Presiden. Pak Prabowo, saya punya guru namanya Syekh Mutawalli Sya’rawi. Dia pernah berdoa untuk Presiden Mesir,” ujarnya, seperti yang ditayangkan dalam siaran TVRI.

Doa tersebut dimulai dengan penegasan bahwa “kekuasaan bersumber dari Tuhan, tidak ada yang diberi kekuasaan kecuali atas kehendak Tuhan, baik penguasa itu jujur mengikuti tuntunan Tuhan maupun penguasa itu durhaka.” Quraish Shihab menekankan bahwa sumber kekuasaan tetap sama, terlepas dari perilaku penguasa.

Pesan Moral bagi Pemimpin

Selanjutnya, sang cendekiawan menegaskan bahwa kepemimpinan merupakan amanah sekaligus ujian yang berat. “Semakin tinggi kedudukan seseorang, semakin besar pula tanggung jawab yang harus dipikul,” katanya, mengacu pada ajaran Al‑Qur’an yang menyebutkan bahwa para nabi sekalipun tidak luput dari ujian berat.

Ia mengingatkan Presiden Prabowo bahwa “kekuasaan adalah ujian dari Tuhan” dan menyerukan agar kebijakan pemerintah senantiasa diarahkan pada keadilan, kesejahteraan rakyat, serta perdamaian dunia. Quraish Shihab juga menambahkan bahwa Al‑Qur’an menampilkan keseimbangan luar biasa dalam susunan kata‑kata, misalnya kata “yaum” muncul 365 kali, selaras dengan jumlah hari dalam setahun, serta kata “bulan” sebanyak 12 kali.

Doa Khusus untuk Prabowo

Doa yang disampaikan Quraish Shihab berisi harapan agar Presiden Prabowo selalu berada dalam lindungan Allah SWT dan mendapat pertolongan dalam menegakkan keadilan. Berikut kutipan doa yang diucapkan:

“Allahumma antassalam, wa minkas salam, wa ilaika ya’udus salam, fahayyina rabbana bis salam, wa adkhilnal jannata daras salam, tabaarakta rabbana wa ta’ala yaa dzal jalaali wal ikraam.”

Doa tersebut mencerminkan harapan agar kepemimpinan Prabowo senantiasa dipenuhi dengan kedamaian, keadilan, serta keberkahan bagi seluruh bangsa Indonesia.

Jejak Pendidikan Quraish Shihab

Profil akademik Quraish Shihab juga menjadi bagian penting dalam liputan ini. Lulusan summa cum laude dari Universitas Negeri Malang, ia melanjutkan studi ke Universitas Al‑Azhar, Kairo, hingga meraih gelar doktor pertama di Indonesia dalam bidang Ilmu Al‑Qur’an. Karya monumentalnya, “Tafsir Al‑Mishbah”, menjadi rujukan utama bagi generasi muda yang ingin memahami Al‑Qur’an secara kontekstual.

Reaksi Publik dan Media

Berbagai media nasional, termasuk Suara.com, Metro TV, dan Prioritas Indonesia, menyiarkan momen tersebut secara luas. Reaksi publik beragam; sebagian memuji keberanian Quraish Shihab mengaitkan nilai‑nilai agama dengan kepemimpinan negara, sementara yang lain menilai bahwa politik dan agama sebaiknya dipisahkan. Namun, mayoritas menyepakati pentingnya pesan moral tentang kejujuran dan tanggung jawab dalam memegang kekuasaan.

Secara keseluruhan, doa dan pesan Quraish Shihab pada peringatan Nuzulul Qur’an 2026 menegaskan bahwa pemimpin negara harus selalu ingat bahwa kekuasaan adalah amanah dari Tuhan, yang menuntut integritas, keadilan, dan komitmen terhadap kesejahteraan rakyat.

Pengamat politik menilai bahwa pernyataan Quraish Shihab dapat menjadi titik refleksi bagi pemerintah dalam mengimplementasikan kebijakan yang lebih inklusif dan berlandaskan nilai‑nilai universal Islam.