Musyawarah Daerah XI Partai Golkar Banyuwangi menetapkan Eva Hestiyawati sebagai ketua DPD periode 2026–2031. Eva terpilih secara aklamasi dalam forum Musda yang digelar di Hotel Santika, Selasa (30/12/2025). Kepemimpinan baru ini diharapkan memperkuat konsolidasi internal partai sekaligus meningkatkan peran Golkar dalam pembangunan daerah.


BANYUWANGI – Partai Golkar Banyuwangi memasuki babak baru kepemimpinan. Eva Hestiyawati ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Banyuwangi untuk masa bakti 2026–2031, usai Musyawarah Daerah (Musda) XI yang berlangsung di Hotel Santika, Selasa (30/12/2025).

Penetapan Eva dilakukan secara aklamasi setelah seluruh peserta Musda menyatakan dukungan penuh. Tidak ada voting ataupun dinamika pencalonan lanjutan dalam forum tersebut.

Dalam pernyataan perdananya sebagai ketua terpilih, Eva menegaskan bahwa Musda bukan sekadar agenda pergantian pucuk pimpinan, melainkan ruang konsolidasi untuk menentukan arah kerja partai ke depan.

“Ini bukan tentang siapa yang memimpin, tetapi bagaimana Golkar Banyuwangi melangkah ke depan dengan lebih terarah dan solid,” ujar Eva.

Ia menyampaikan, kepengurusan yang akan dibentuk nantinya akan diselaraskan dengan kebijakan Partai Golkar di tingkat provinsi maupun pusat. Selain itu, penguatan kaderisasi menjadi salah satu fokus utama dalam periode kepemimpinannya.

Eva menyebut regenerasi kader sebagai kebutuhan mendesak agar Golkar tetap relevan dan kompetitif dalam kontestasi politik mendatang, termasuk Pemilu legislatif berikutnya.

“Kami ingin memastikan Golkar Banyuwangi memiliki kader yang siap secara kapasitas, integritas, dan militansi,” katanya.

Musda XI Golkar Banyuwangi dihadiri sejumlah tokoh penting partai. Hadir di antaranya Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur Ali Mufthi, anggota DPR RI Fraksi Golkar Zulfikar Arse Sadikin, Ketua Fraksi Golkar DPRD Jawa Timur Pranaya Yudha Mahardika, serta perwakilan DPD Golkar kabupaten/kota se-Jawa Timur.

Ketua DPD Golkar Jawa Timur Ali Mufthi menekankan pentingnya peran partai politik dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Ia berharap kepemimpinan baru di Banyuwangi mampu menjaga soliditas internal sekaligus memperluas kontribusi Golkar di tengah masyarakat.

“Golkar harus hadir bukan hanya dalam momentum politik, tetapi juga dalam kehidupan sosial masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPD Golkar Banyuwangi periode sebelumnya, Ruliyono, mengajak seluruh kader untuk menutup seluruh dinamika internal yang terjadi selama Musda. Ia menekankan pentingnya kembali bersatu pasca-forum tertinggi partai tersebut.

“Musda sudah selesai. Saatnya kita fokus bekerja dan memperkuat Golkar Banyuwangi bersama ketua terpilih,” tegas Ruliyono.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang turut hadir memberikan apresiasi atas peran Partai Golkar dalam mendukung pembangunan daerah. Ia berharap sinergi antara Golkar dan pemerintah daerah terus terjaga.

“Golkar memiliki sejarah panjang di Banyuwangi. Kami berharap partai ini terus menjadi mitra strategis dalam menjaga stabilitas dan mendorong pembangunan yang berpihak pada masyarakat,” ujar Ipuk.