Sebuah video yang memperlihatkan kepala seorang siswa SMA terjepit di sela besi pagar pembatas puncak Monumen Nasional (Monas) viral di media sosial.
Video yang diunggah akun Instagram @ali.abdilarainsani itu telah ditonton lebih dari 3,7 juta kali hingga Kamis (12/2/2026) malam. Dalam keterangan unggahannya, pemilik akun menuliskan bahwa kejadian serupa disebut sudah beberapa kali terjadi menurut petugas keamanan.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan keterangan saksi sekaligus teman korban berinisial A, peristiwa terjadi saat rombongan sekolah mereka melakukan study tour ke kawasan Monas pada awal Februari 2026.
Saat berada di puncak tugu, A berdiri untuk melihat pemandangan. Namun, topi yang dikenakannya terlepas terbawa angin kencang. Ia kemudian berusaha mengambil topi tersebut dengan cara mengeluarkan kepala melalui sela-sela pagar pembatas.
Alih-alih berhasil mengambil topi, kepala A justru tersangkut di jeruji besi pembatas. Situasi itu membuatnya panik hingga hampir menangis, sementara sejumlah teman di sekitarnya sempat menertawakan kejadian tersebut.
Beruntung, A akhirnya bisa melepaskan kepalanya dengan bantuan teman-temannya serta petugas yang berjaga di lokasi.
Penjelasan Pengelola Monas
Kepala Unit Pengelola Kawasan (UPK) Monas, Muhammad Isa Sarnuri, memastikan bahwa pagar pembatas di puncak tugu memiliki ketinggian yang cukup dari lantai.
Menurutnya, untuk bisa memasukkan kepala ke sela pagar, seseorang harus menggunakan pijakan, yakni dudukan teropong yang tersedia di beberapa sudut area tersebut.
Ia juga menegaskan bahwa petugas lapangan rutin mengingatkan pengunjung agar mematuhi aturan keselamatan selama berada di kawasan Monas. Ke depan, pihak pengelola akan meningkatkan intensitas imbauan guna mencegah kejadian serupa terulang.
Insiden ini sekaligus menjadi pengingat bagi wisatawan untuk selalu berhati-hati dan bertanggung jawab atas keselamatan diri saat berkunjung ke destinasi wisata.(SY)









Tinggalkan Balasan