Media Kampung – 26 Maret 2026 | Alumni Universitas Negeri Makassar (UNM) baru-baru ini diterima di perusahaan teknologi terkemuka di Malaysia, menandai langkah signifikan bagi lulusan kampus tersebut dalam pasar kerja internasional dan memperkuat klaim bahwa program UNM menghasilkan tenaga kerja berdaya saing global.

Enam bulan lalu, Fakultas Teknik UNM mengirimkan sembilan mahasiswa arsitektur ke Universitas Teknologi MARA (UiTM) Perak Branch dalam program International Student Exchange 2026, yang dirancang untuk memperluas wawasan akademik serta jaringan profesional mahasiswa.

Selama semester di UiTM, mahasiswa terlibat dalam proyek kolaboratif yang memanfaatkan perangkat lunak BIM dan simulasi energi, sehingga memperoleh keterampilan praktis yang kini menjadi nilai jual utama di industri teknologi bangunan.

Salah satu alumni, Rina Pratama, yang lulus pada 2024, berhasil masuk sebagai Junior BIM Analyst di sebuah perusahaan perangkat lunak konstruksi asal Kuala Lumpur; ia menyatakan bahwa program pertukaran memberi akses ke teknologi terbaru dan standar internasional yang sangat dihargai oleh perusahaan.

Rina menambahkan bahwa dukungan fakultas, termasuk pelatihan pra‑keberangkatan dan bimbingan karir, memudahkan transisinya ke lingkungan kerja asing, sementara jaringan alumni yang aktif di media sosial membantu menemukan peluang kerja di Malaysia.

Keberhasilan alumni lain, Andi Saputra, yang bergabung sebagai Data Analyst di startup fintech Malaysia, menunjukkan diversifikasi kompetensi lulusan UNM di luar bidang arsitektur, dengan kemampuan analisis data yang diperoleh lewat mata kuliah statistik terapan menjadi faktor utama.

Fenomena pergantian karier di antara generasi Z, yang kini lebih menekankan skill daripada nama institusi, menjadi latar belakang mengapa lulusan UNM mampu menembus pasar kerja global, karena banyak perusahaan menilai portofolio proyek dan sertifikasi teknis sebagai indikator utama.

Beberapa perusahaan teknologi di Asia Tenggara, termasuk di Malaysia, melaporkan kebutuhan tenaga kerja dengan kompetensi BIM, analisis data, dan pemodelan 3D yang terus meningkat; UNM menanggapi tren tersebut dengan memperkuat kurikulum berbasis praktik serta kerja sama industri.

Dekan Fakultas Teknik UNM, Prof. Dr. Ahmad Rif’an Muzaqi, menegaskan bahwa kolaborasi internasional seperti pertukaran dengan UiTM adalah bagian integral strategi peningkatan kualitas lulusan, dengan harapan setiap mahasiswa tidak hanya menguasai teori tetapi juga mampu berkontribusi pada proyek global.

Universitas juga menjalin kerja sama dengan perusahaan teknologi di Malaysia untuk program magang dan penempatan kerja, memperluas jalur karier bagi mahasiswa melalui pelatihan intensif penggunaan platform cloud dan manajemen data.

Data internal UNM menunjukkan peningkatan 35 % jumlah alumni yang bekerja di luar negeri selama tiga tahun terakhir, dengan Malaysia menjadi destinasi utama, mencerminkan efektivitas kebijakan internasionalisasi kampus dalam meningkatkan employability.

Keberhasilan alumni di perusahaan teknologi Malaysia menegaskan bahwa lulusan UNM kini siap bersaing di pasar global, sejalan dengan visi kampus menjadi institusi pendidikan berkelas internasional yang didukung akademik, jaringan, dan pengalaman praktis.

Program pertukaran 2026 juga mencakup kunjungan lapangan ke proyek infrastruktur berkelanjutan di Malaysia, memungkinkan mahasiswa mengamati implementasi standar hijau yang belum banyak diterapkan di Indonesia, dan pengalaman tersebut kini menjadi poin penting dalam CV mereka.

Alumni lain, Siti Lestari, kini bekerja sebagai Sustainability Consultant di perusahaan energi terbarukan Malaysia, memanfaatkan pengetahuan tentang desain ramah lingkungan yang dipelajari selama studi di UNM, serta menilai bahwa integrasi antara teori arsitektur dan praktik lapangan memberi keunggulan kompetitif.

Mengantisipasi tren digitalisasi industri, UNM berencana menambah modul kecerdasan buatan dan analitik big data pada program teknik, untuk menyiapkan generasi selanjutnya menghadapi tantangan teknologi yang lebih kompleks, dan langkah ini diharapkan memperluas cakupan kompetensi lulusan di pasar internasional.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.