Media Kampung – 18 Maret 2026 | Seleksi penerimaan mahasiswa baru Universitas Indonesia (UI) jalur Talent Scouting Program Sarjana Kelas Khusus Internasional (S1 KKI) pada 17 Maret 2026 menimbulkan kebingungan luas. Sebagian besar pelamar melihat status lulus di situs resmi pada malam hari, namun beberapa jam kemudian status tersebut berubah menjadi tidak lolos. Perubahan mendadak ini memicu keluhan keras dari orang tua yang menilai proses tersebut mengganggu kestabilan mental anak-anak mereka.

Kekeliruan Pengumuman Hasil

Pukul 18.00 WIB dijadwalkan UI mengumumkan hasil seleksi. Namun pada pukul 19.30, sejumlah calon mahasiswa melihat nama mereka tercantum sebagai penerima tempat di program yang diincar, lengkap dengan kode barcode. Tak lama setelah itu, sekitar pukul 21.30, tampilan yang sama menampilkan status penolakan. Kesalahan tampilan berlangsung selama kurang lebih 40 menit, menurut pihak UI, sebelum data final berhasil disinkronkan.

Reaksi Orang Tua dan Kekhawatiran Mental

Budi, ayah seorang siswi yang sempat dinyatakan lolos di Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi, mengaku putrinya mengalami stres setelah melihat perubahan status. “Anak saya sempat sangat bahagia, lalu tiba-tiba berubah jadi tidak diterima. Itu membuatnya cemas dan terganggu tidur,” ujarnya melalui telepon pada Rabu siang. Budi menambahkan bahwa kejadian serupa juga dialami teman putrinya yang bersekolah di lembaga swasta di Depok.

Orang tua lain mengutip Undang‑Undang Perlindungan Anak, menilai bahwa pergantian status secara tiba‑tiba dapat menimbulkan beban psikologis serius. Beberapa di antara mereka berencana mengirimkan somasi kepada UI atau melaporkan peristiwa ini ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai bentuk pertanggungjawaban institusi.

Pernyataan Resmi Universitas Indonesia

UI mengeluarkan siaran pers yang menyatakan bahwa sistem website mengalami ketidaksesuaian tampilan akibat proses sinkronisasi data yang belum selesai. Direktur Hubungan Masyarakat, Media, Pemerintah dan Internasional, Erwin Agustian Panigoro, menegaskan tidak ada error teknis, melainkan jeda waktu ketika data belum final ditampilkan. UI juga menyediakan formulir daring bagi korban untuk melaporkan pengalaman mereka serta membuka kanal email (sipp@ui.ac.id) bagi yang membutuhkan klarifikasi lebih lanjut.

Dalam pernyataan tersebut, UI meminta maaf atas kebingungan yang terjadi dan menegaskan komitmen untuk memperbaiki prosedur publikasi hasil seleksi ke depan. Pihak universitas juga menambahkan bahwa mereka akan meninjau kembali mekanisme pengumuman agar tidak terjadi lagi ketidaksesuaian serupa.

Langkah Selanjutnya dan Implikasi bagi Calon Mahasiswa

Universitas Indonesia tetap berada di peringkat pertama dalam daftar UniRanks 2026, menegaskan reputasinya sebagai institusi pendidikan terkemuka. Namun, insiden ini menimbulkan pertanyaan tentang transparansi dan akurasi sistem digital dalam proses seleksi yang sangat kompetitif. Pengamat pendidikan menyarankan agar UI mengadopsi sistem verifikasi ganda sebelum menampilkan hasil kepada publik, serta menyediakan ruang konsultasi psikologis bagi calon mahasiswa yang terdampak.

Sejumlah sekolah yang mengirimkan siswanya ke jalur Talent Scouting juga mengajukan komplain resmi, menekankan perlunya jaminan bahwa proses seleksi tidak mengganggu kesejahteraan mental siswa. Di sisi lain, UI berjanji akan menindaklanjuti setiap laporan melalui formulir daring dan memastikan bahwa data akhir yang diumumkan adalah final dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kasus ini menjadi contoh penting bagi institusi pendidikan tinggi di Indonesia untuk memperkuat infrastruktur digital serta menempatkan kepedulian psikologis pada prioritas utama dalam setiap tahapan seleksi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.