Media Kampung – 17 Maret 2026 | Universitas Indonesia (UI) kembali menorehkan prestasi di kancah internasional sekaligus memperluas tawaran edukasinya bagi publik. Empat mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) berhasil menjadi Global Ambassador Samsung dalam kompetisi Samsung Solve for Tomorrow (SFT) berkat inovasi kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama RunSight. Pada saat yang sama, UI memperpanjang pendaftaran program non‑gelar hingga 29 Maret 2026, menawarkan dua belas kursus daring bersertifikat yang terbuka untuk lulusan baru, profesional, dan masyarakat umum. Di samping itu, Samsung mengumumkan pembangunan internal One UI 9, menandai langkah selanjutnya dalam evolusi antarmuka pengguna perangkat selulernya.
Mahasiswa UI Raih Penghargaan Global dari Samsung
Tim Labmino UI, yang terdiri dari empat mahasiswa Fasilkom, dinobatkan sebagai Global Ambassador dalam rangkaian Samsung Solve for Tomorrow yang diselenggarakan di Smart City Lab, Milan, Italia, bersamaan dengan Olimpiade Musim Dingin Milano‑Cortina 2026. Penunjukan tersebut menandai pertama kalinya Indonesia memiliki perwakilan di level global dalam program Samsung tersebut. Samsung juga menyediakan pendanaan dan program mentoring eksklusif selama dua tahun untuk mempercepat komersialisasi solusi mereka.
RunSight: Kacamata Pintar Berbasis AI untuk Atlet Penyandang Disabilitas Visual
RunSight dirancang untuk mengatasi kendala visual yang menghalangi penyandang disabilitas visual berpartisipasi dalam lari jarak jauh. Menggunakan teknologi computer vision dan edge AI, kacamata ini mampu memetakan garis lintasan, mengidentifikasi hambatan, serta memberi instruksi audio secara real‑time. Tiga model AI yang diintegrasikan meliputi deteksi objek, segmentasi semantik, dan estimasi kedalaman, yang bersama‑sama meningkatkan akurasi pengenalan lingkungan dalam kondisi cahaya dan cuaca yang beragam.
- Object detection: mengidentifikasi rintangan di jalur lari.
- Semantic segmentation: memisahkan area lintasan dari latar belakang.
- Depth estimation: menilai jarak relatif antara pengguna dan objek.
Dengan dukungan Samsung, tim berencana meningkatkan performa AI serta menyesuaikan fitur sesuai kebutuhan pasar, termasuk integrasi dengan aplikasi kebugaran dan platform pelatihan atletik.
Program Non‑Gelar UI Diperpanjang, 12 Kelas Bersertifikat
Universitas Indonesia mengumumkan perpanjangan pendaftaran program non‑gelar hingga 29 Maret 2026. Program ini mencakup dua belas paket pembelajaran daring, masing‑masing dengan biaya yang bervariasi dan sertifikat resmi UI. Kursus dirancang untuk memperkuat kompetensi digital dan profesional, mencakup topik seperti manajemen emosi pada anak usia dini, kedokteran penerbangan, farmasi industri, serta penanganan stunting dan anemia. Setiap paket menawarkan materi terstruktur, tugas praktis, dan evaluasi akhir yang menghasilkan sertifikat yang dapat menambah nilai portofolio peserta.
Berikut contoh paket yang ditawarkan:
- Manajemen Emosi pada Anak Usia Dini – Rp 700.000
- Pengantar Kedokteran Penerbangan – Rp 600.000
- Pharmacist Patient Counseling untuk Diabetes – Rp 500.000
Program ini menargetkan fresh graduate, profesional, dan masyarakat umum yang ingin meningkatkan keterampilan teknis serta menyiapkan diri menghadapi tuntutan industri modern.
One UI 9: Rilis Internal Samsung dan Implikasinya bagi Pengguna UI
Di tengah sorotan atas keberhasilan RunSight, Samsung juga mengungkapkan bahwa tim pengembangan perangkat lunak sedang menguji build internal One UI 9. Versi awal ini diperkirakan akan menyertakan peningkatan performa, desain antarmuka yang lebih bersih, serta integrasi AI yang lebih dalam pada fitur-fitur standar seperti kamera, notifikasi, dan keamanan. Meskipun masih dalam tahap internal, indikasi awal menunjukkan bahwa One UI 9 akan memperkuat ekosistem perangkat Samsung, termasuk perangkat yang mendukung solusi seperti RunSight.
Pengembangan One UI 9 mencerminkan komitmen Samsung terhadap inovasi berkelanjutan, yang selaras dengan kolaborasi UI‑Samsung dalam program SFT. Kedua inisiatif tersebut menegaskan peran penting ekosistem akademik dan industri dalam menciptakan teknologi yang inklusif dan bermanfaat bagi masyarakat.
Secara keseluruhan, prestasi mahasiswa UI, perluasan program edukasi, dan evolusi perangkat lunak Samsung menandai tahun yang produktif bagi UI. Kombinasi inovasi teknis, dukungan pendanaan, dan akses pendidikan yang lebih luas memperkuat posisi UI sebagai pusat riset dan pengembangan yang berkontribusi pada solusi global.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.

