MediaKampung.com, Banyuwangi – Sebanyak 123 siswa dari 14 sekolah SLTAK di bawah naungan BPK PENABUR Jakarta datang ke Banyuwangi untuk mengajar warga buta aksara di Kampoeng Batara Papring.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program sosial “Spirit of Challenge” yang berlangsung pada 2–7 Maret 2026.
Para siswa menempuh perjalanan sekitar seribu kilometer dari Jakarta menuju banyuwangi untuk menjalankan misi berbagi pengetahuan kepada warga yang belum bisa membaca dan menulis.
Setibanya di Kampoeng Batara, mereka dibagi menjadi beberapa kelompok dan langsung mengajar di rumah-rumah warga.
Sebagian siswa mengajarkan baca, tulis, dan hitung (calistung) dalam bahasa Indonesia, sementara yang lain mengenalkan kosakata bahasa Inggris sederhana.
Salah satu peserta, Ivana Chrestella Haryanto dari SMAK 2 PENABUR Jakarta, mengaku telah menyiapkan bahan ajar sebelum berangkat.
“Saya menyiapkan materi lebih tinggi karena mengira ibu yang saya ajar sudah bisa membaca. Ternyata belum sama sekali, jadi saya mulai dari kata per kata dan cara berhitung dari dasar,” ujarnya.
Meski harus menyesuaikan materi, Ivana mengaku senang dapat terlibat langsung mengajar warga di Kampoeng Batara.
Menurutnya, pengalaman tersebut memberikan pelajaran tentang kesabaran, kepedulian, serta pentingnya berbagi ilmu kepada masyarakat.
Salah satu warga yang mengikuti pembelajaran, Buami, mengaku senang dengan kehadiran para siswa.
“Saya senang bisa diajar anak-anak. Anaknya sabar,” katanya.
Program “Spirit of Challenge” bertujuan menumbuhkan kepedulian sosial, kemandirian, tanggung jawab, dan sikap menghargai perbedaan pada siswa.
Selain kegiatan sosial, para peserta juga diajak mengenal kekayaan alam serta budaya lokal Banyuwangi.
Program ini juga menjadi bagian dari pembentukan profil siswa BEST BPK PENABUR, yaitu Be Tough, Excel Worldwide, Share with Society, Trust in God.








Tinggalkan Balasan