Banyuwangi โ Deretan sepeda motor tampak mengular sejak pagi di halaman Kantor Dispora Banyuwangi. Sabtu hingga Minggu akhir Januari lalu, warga datang silih berganti bukan untuk acara besar, melainkan memanfaatkan servis motor gratis yang digelar mahasiswa teknik mesin Universitas PGRI Banyuwangi.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan selama dua hari, 31 Januari hingga 1 Februari 2026, dan berhasil melayani ratusan kendaraan roda dua milik warga dari berbagai penjuru kota.
Ketua Himpunan Mahasiswa Mesin (HMM) Universitas PGRI Banyuwangi, Muhammad Nur Habibi, menyebut antusiasme masyarakat cukup tinggi sejak hari pertama kegiatan.
โAwalnya kami menargetkan sekitar 150 motor. Sampai hari kedua ini sudah lebih dari 100 unit yang berhasil kami servis,โ ujarnya, Minggu (1/2/2026).
Servis gratis tersebut berlangsung di Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banyuwangi, Jalan Ahmad Yani, mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB setiap harinya.
sejak pagi, warga rela antre demi perawatan motor tanpa biaya jasa.
Habibi menjelaskan, program servis motor gratis ini bukan kegiatan dadakan. Event tersebut telah menjadi agenda rutin tahunan HMM UNIBA dan tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-8.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa tidak bekerja sendiri. Kegiatan ini melibatkan dukungan dari delapan perguruan tinggi se-wilayah Tapal Kuda, serta tenaga ahli dari bengkel dan sekolah menengah kejuruan (SMK) jurusan teknik mesin.
โKami ingin praktik langsung Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Lewat kegiatan ini, kami berupaya meringankan beban biaya servis warga,โ jelas Habibi.
Jenis layanan yang diberikan dalam kegiatan ini difokuskan pada servis ringan. Mahasiswa dan teknisi membantu pengecekan serta perawatan dasar kendaraan, seperti penggantian oli, busi, dan lampu.
โJasa servisnya gratis. Kalau ada penggantian oli atau spare part, warga hanya membayar harga barangnya saja,โ kata Habibi.
Model layanan ini dinilai cukup efektif, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan perawatan rutin motor namun terkendala biaya jasa bengkel.
Salah satu warga yang memanfaatkan layanan tersebut, Fatur, warga Kelurahan Mojopanggung, mengaku sangat terbantu dengan adanya servis gratis ini.
โBiasanya servis ringan bisa habis sekitar Rp50 ribu. Dengan kegiatan ini, pengeluaran jadi jauh berkurang. Kegiatannya sangat positif,โ ungkapnya.
Bagi warga, kegiatan semacam ini bukan hanya soal penghematan, tetapi juga bentuk kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat dengan solusi nyata.
Servis motor gratis yang digelar mahasiswa teknik mesin UNIBA membuktikan bahwa peran perguruan tinggi tak hanya berhenti di ruang kelas. Dari halaman Dispora Banyuwangi, roda-roda kecil pergerakan sosial itu terus berputar, membantu warga sekaligus mengasah kompetensi mahasiswa.


















Tinggalkan Balasan