Banyuwangi – Di tengah tuntutan pendidikan yang kian dinamis, kualitas pembelajaran di sekolah tak bisa dilepaskan dari kekompakan para guru. Inilah yang menjadi perhatian utama SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi saat menggelar kegiatan team building bertema “Together We Win” di PasCamp Park Banyuwangi, Dusun Cawan, Desa Paspan, Kecamatan Glagah, Jumat–Sabtu (30–31/1/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar agenda penyegaran, melainkan bagian dari strategi sekolah dalam memperkuat kinerja guru melalui kerja tim dan komunikasi yang sehat.
Berbeda dengan pelatihan formal di ruang kelas, team building ini dirancang dengan pendekatan nonformal dan berbasis pengalaman. Para guru diajak terlibat langsung dalam berbagai aktivitas outbound yang menuntut kolaborasi, pengambilan keputusan, serta kemampuan menyelesaikan masalah secara kolektif.
Setiap tantangan yang diberikan merefleksikan dinamika kerja di sekolah mulai dari pembagian peran dalam tim pengajar, koordinasi lintas mata pelajaran, hingga cara menghadapi persoalan siswa secara bersama.
Di sinilah nilai “together” diuji, bukan siapa yang paling unggul, melainkan siapa yang mampu bekerja selaras.
Kepala SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi, Fahima Sholatin, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa peningkatan kualitas guru tidak cukup hanya melalui peningkatan kompetensi individu.
“Guru butuh ruang untuk berproses bersama. Membangun kepercayaan dan komunikasi itu penting. Kalau guru solid sebagai tim, pembelajaran di kelas akan jauh lebih efektif,” ujarnya.
Menurut Fahima, kebersamaan di luar lingkungan sekolah membantu mencairkan sekat-sekat kerja formal, sehingga kolaborasi di ruang kelas menjadi lebih natural dan terbuka.

Pemilihan PasCamp Park Banyuwangi bukan tanpa alasan. Lingkungan alam Desa Paspan yang tenang memberi ruang bagi para guru untuk refleksi diri, sekaligus mengevaluasi peran mereka sebagai pendidik.
Permainan seperti trust games dan empathy games menjadi simulasi nyata tantangan guru dalam membangun kepercayaan siswa, memahami karakter rekan kerja, serta menumbuhkan empati dalam proses belajar mengajar.
Bagi sebagian peserta, suasana ini justru membuka sudut pandang baru tentang pentingnya iklim kerja yang saling mendukung di sekolah.
Jika ditarik lebih luas, kegiatan ini mencerminkan pola pengelolaan sekolah yang mulai bergeser. Sekolah tidak lagi hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga pada kesehatan budaya kerja dan profesionalisme guru.
Dengan menguatkan kerja tim dan karakter profesional pendidik, SMK Muhammadiyah 6 Rogojampi menegaskan komitmennya membangun ekosistem belajar yang berkelanjutan yang di mana keberhasilan pembelajaran lahir dari kerja kolektif, bukan individu semata.

















Tinggalkan Balasan