Banyuwangi – Di tengah kebutuhan pendidikan alternatif yang semakin dirasakan warga pesisir, Banyuwangi mulai menata langkah besar. Gedung Sekolah Rakyat yang selama ini dinanti dipastikan segera dibangun di Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, dan ditargetkan siap digunakan pada tahun ajaran 2026/2027.
Pembangunan ini menjadi penanda keseriusan pemerintah daerah dalam memperkuat akses pendidikan berasrama bagi anak-anak Banyuwangi dari berbagai latar belakang.
Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, menyampaikan bahwa pembangunan gedung Sekolah Rakyat akan berdiri di atas lahan seluas 7 hektar. Saat ini, tahapan awal berupa perataan tanah telah mulai dilakukan.
Menurutnya, proses cut and fill menjadi fondasi penting sebelum memasuki tahapan konstruksi utama. Setelah tahapan tersebut rampung, pembangunan fisik gedung akan langsung dimulai.
Di wilayah Desa Kedungrejo, aktivitas alat berat kini mulai terlihat, menandai dimulainya proyek pendidikan skala besar di kawasan tersebut.
Mujiono menjelaskan, proses konstruksi ditargetkan selesai pada Juli 2026 dan paling lambat Agustus 2026. Dengan demikian, seluruh aktivitas Sekolah Rakyat yang saat ini masih tersebar dapat dipusatkan di lokasi baru tersebut.
Jika sesuai rencana, seluruh kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran baru 2026/2027 akan berlangsung di kompleks Sekolah Rakyat Muncar.
Di titik ini, pembangunan gedung bukan sekadar proyek fisik, melainkan jawaban atas kebutuhan ruang belajar yang lebih representatif dan terpadu.
Di atas lahan seluas 7 hektar tersebut, akan dibangun fasilitas pendidikan lengkap mulai dari Sekolah Dasar kelas I hingga IV, Sekolah Menengah Pertama kelas VII sampai IX, hingga Sekolah Menengah Atas kelas X hingga XII.
Selain ruang kelas, kompleks Sekolah Rakyat juga dilengkapi aula, asrama, serta berbagai sarana dan prasarana pendukung. Fasilitas olahraga dan pelatihan dirancang cukup lengkap untuk menunjang pengembangan minat dan bakat siswa.
Konsep ini diharapkan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sesuai bidang masing-masing.
Sebagai informasi, Sekolah Rakyat di Banyuwangi telah berjalan sejak 2025 dengan memanfaatkan eks gedung Diklat PNS yang berada di Desa Tamansari, Kecamatan Licin. Selama masa transisi ini, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung sambil menunggu pembangunan gedung permanen.
Dengan pemusatan lokasi di Muncar, pemerintah daerah berharap penyelenggaraan Sekolah Rakyat bisa lebih optimal, terintegrasi, dan berkelanjutan dalam jangka panjang.
Perkembangan pembangunan ini pun menjadi perhatian warga, khususnya masyarakat Muncar dan sekitarnya, yang melihat Sekolah Rakyat sebagai investasi sosial untuk masa depan generasi Banyuwangi.

















Tinggalkan Balasan