Banyuwangi – Langkah dunia pendidikan tinggi di Banyuwangi kembali mencatat babak baru. Sekolah Tinggi Islam Blambangan (STIB) kini resmi beralih bentuk menjadi universitas, menyusul peluncuran Universitas Dr. H. Sumarno (UNISMAR) Banyuwangi yang digelar Sabtu (17/1/2026) pagi di aula kampus setempat.

Perubahan status ini menandai penguatan peran perguruan tinggi Islam di Banyuwangi dalam menjawab kebutuhan akademik dan tantangan masa depan generasi muda daerah.

Acara launching UNISMAR dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua KOPERTAIS Wilayah IV Surabaya Jawa Timur, Akhmad Muzakki, serta Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, M. Arskal Salim GP.

Hadir pula perwakilan Pemerintah Daerah Banyuwangi, jajaran Yayasan Puspa Dunia, dosen, alumni, serta mahasiswa yang menjadi saksi perubahan status perguruan tinggi tersebut.

Pembina Yayasan Puspa Dunia, Teguh Sumarno, menjelaskan bahwa transformasi STIB menjadi universitas didasarkan pada Surat Keputusan resmi yang terbit pada Desember 2025.

Ia menegaskan, perubahan status ini diiringi dengan peningkatan sarana dan prasarana kampus, termasuk penguatan pengembangan pondok pesantren sebagai bagian dari pembentukan karakter mahasiswa. Menurutnya, keilmuan yang kuat harus berjalan beriringan dengan nilai ketakwaan dan etika akademik.

Di tengah antusiasme tersebut, masyarakat Banyuwangi melihat momentum ini sebagai perluasan pilihan pendidikan tinggi berbasis Islam di daerah sendiri.

Ketua KOPERTAIS Wilayah IV Surabaya menilai alih bentuk STIB menjadi universitas perlu disambut bersama oleh seluruh elemen masyarakat. Status universitas dinilai membuka cakrawala keilmuan yang lebih luas serta memperbesar peluang lulusan untuk bersaing di dunia kerja.

Senada, Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam Kemenag RI menyebut perguruan tinggi Islam yang relatif muda sudah semestinya bergerak progresif. Dengan status universitas, UNISMAR dinilai memiliki kesempatan besar untuk melakukan lompatan akademik dan sosial, sekaligus memperkuat eksistensinya di Banyuwangi.

Sementara itu, Rektor Universitas Dr. H. Sumarno, Dr. Haya, S.H.I., M.Pd.I., menjelaskan bahwa saat ini UNISMAR telah memiliki lima fakultas dengan sembilan program studi.

Program studi yang dikembangkan tidak hanya berbasis keilmuan Islam, tetapi juga mencakup bidang-bidang umum yang dirancang untuk menjawab kebutuhan Indonesia Emas 2045. Ia menekankan pentingnya menyiapkan lulusan yang berkarakter, adaptif, dan siap menghadapi tantangan masa depan bangsa.

Prosesi pemukulan gong menjadi penanda resmi alih bentuk STIB menjadi UNISMAR Banyuwangi. Kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan agenda NGOBRAS (Ngobrol Bareng dan Santai) yang menghadirkan para akademisi nasional sebagai pemateri.

Transformasi ini tidak sekadar perubahan nama dan struktur, melainkan juga menjadi titik tolak penguatan peran perguruan tinggi Islam dalam pembangunan sumber daya manusia Banyuwangi.