Media Kampung – 30 Maret 2026 | Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang dikenal sebagai Gus Ipul, memberikan apresiasi kepada Kabupaten Trenggalek atas partisipasinya dalam pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan pembangunan Sekolah Rakyat.

Acara berlangsung di Pendopo Manggala Praja Nugraha pada 29 Maret 2026 dan dihadiri sekitar 696 peserta, termasuk kepala desa, operator data, guru, orang tua, serta siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 50 Trenggalek.

Gus Ipul menyampaikan terima kasih karena Trenggalek menunjukkan kepedulian tinggi terhadap data, dengan mekanisme dan upaya nyata untuk menghasilkan data yang akurat, namun menekankan perlunya penyelarasan antara data pusat, provinsi, dan daerah.

Ia mengingatkan bahwa Inpres No.4 Tahun 2025 menjadikan Badan Pusat Statistik satu-satunya lembaga yang mengelola data nasional, sementara Kemensos berperan membantu proses pemutakhiran.

Menteri menegaskan pentingnya langkah sistematis dan terkoordinasi dalam pemutakhiran data agar program prioritas Presiden dapat tepat sasaran dan menjangkau penerima manfaat.

Trenggalek dinilai aktif dalam mengusulkan pembangunan Sekolah Rakyat, mulai dari rintisan SRT 50 hingga sekolah permanen yang kini sedang dalam proses konstruksi.

Kabupaten tersebut termasuk dalam 104 titik pertama pembangunan Sekolah Rakyat, dengan tahap pertama sedang berjalan secara menyeluruh.

Acara juga menampilkan pertunjukan siswa SRT 50, meliputi drama, pidato tiga bahasa (Arab, Inggris, Jepang), paduan suara, dan pembacaan puisi.

Puisi dibawakan oleh Fadhilla Anggraini Nur Hidayah; Gus Ipul memuji penampilannya dan menekankan bagaimana data akurat dapat menyentuh kelompok “the invisible people” yang biasanya terabaikan dalam pembangunan.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, menjelaskan bahwa sejak 2016 Posko GERTAK (Gerakan Tengok Bawah Masalah Kemiskinan) berfokus pada pemutakhiran data, dan berencana menempatkan petugas BPS di posko untuk memastikan integrasi langsung.

Arifin menambahkan pentingnya integrasi data dengan BPS agar bantuan kemiskinan dapat disalurkan tepat waktu dan tepat sasaran.

Gus Ipul menutup dengan mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah Trenggalek untuk terus memperbaharui data dan memastikan program pengentasan kemiskinan dapat diberikan kepada yang berhak.

Dampak langsung dirasakan masyarakat melalui Sekolah Rakyat yang menyediakan fasilitas pendidikan gratis bagi anak-anak kurang mampu di wilayah tersebut.

Pemerintah pusat berharap model Trenggalek dapat dijadikan contoh bagi kabupaten lain dalam mengintegrasikan data dan memperluas akses pendidikan sebagai upaya menuju kemandirian ekonomi.

Kolaborasi antara Kemensos, BPS, dan pemerintah daerah Trenggalek menunjukkan komitmen memperkuat basis data dan memperluas layanan pendidikan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.