Media Kampung – 28 Maret 2026 | Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nganjuk melaksanakan pembersihan saluran sekunder KW 23 di Desa Sambirejo, Tanjunganom, pada Sabtu 28 Maret. Aksi ini dipimpin oleh Unit Reaksi Cepat (URC) Jogotirto UPTD PSDA Mrican Kiri sebagai respons cepat terhadap penyumbatan yang mulai mengganggu aliran.

Pembersihan melibatkan pengangkatan sampah plastik, ranting pohon, dan endapan lumpur yang menghambat debit air. Tim URC menggunakan alat mekanik ringan untuk memastikan proses berjalan aman dan efisien.

Kepala Bidang Pengairan Dinas PUPR Nganjuk, Rusdi Gunawan, menjelaskan bahwa tujuan utama adalah mengembalikan fungsi optimal saluran irigasi. Dengan aliran yang lancar, distribusi air ke lahan pertanian dapat berlangsung maksimal.

Rusdi menekankan pentingnya saluran yang bersih bagi sektor pertanian, mengingat sebagian besar penduduk desa mengandalkan sawah sebagai sumber penghasilan utama. Tanpa air yang cukup, produksi padi berisiko menurun secara signifikan.

Selain mendukung pertanian, pembersihan saluran juga merupakan langkah preventif menghadapi cuaca ekstrem. Saluran yang terbebas dari penyumbatan memiliki kapasitas maksimum untuk menampung debit tinggi saat hujan lebat.

Dengan kondisi tersebut, risiko genangan di wilayah pemukiman dapat diminimalisir. PUPR menilai bahwa upaya ini selaras dengan kebijakan daerah dalam penanggulangan bencana banjir.

Pemerintah daerah juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan ke aliran sungai atau saluran irigasi. Rusdi menyatakan bahwa kesadaran bersama menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan infrastruktur.

Ia menambahkan bahwa setiap sampah yang masuk ke saluran akan memperpendek umur operasional dan menambah beban perawatan. Oleh karena itu, edukasi dan pengawasan lingkungan menjadi prioritas.

Warga Desa Sambirejo memberikan respons positif terhadap aksi pembersihan. Mereka menyatakan rasa terima kasih atas respon cepat pemerintah daerah dalam memelihara infrastruktur vital.

Petani setempat, Darminto, mengaku aliran air kini kembali mengalir lancar ke sawahnya. Ia menilai bahwa tindakan PUPR mencegah potensi banjir yang dapat merusak tanaman dan rumah warga.

Pengalaman serupa di wilayah lain menunjukkan bahwa pembersihan rutin dapat mengurangi frekuensi banjir lokal. Data historis mengindikasikan penurunan kasus genangan setelah intervensi serupa.

Tim URC melakukan inspeksi visual sebelum memulai pembersihan untuk mengidentifikasi titik kritis. Hasil inspeksi menunjukkan konsentrasi sampah tertinggi berada di daerah persimpangan aliran utama.

Setelah proses selesai, debit air tercatat meningkat hingga 40 persen dibandingkan kondisi sebelumnya. Peningkatan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian selama musim tanam berikutnya.

PUPR Nganjuk berencana menjadwalkan pembersihan rutin setiap tiga bulan untuk menjaga kondisi saluran tetap optimal. Jadwal tersebut akan disesuaikan dengan pola curah hujan tahunan.

Pemerintah kabupaten juga akan memperkuat koordinasi dengan aparat keamanan lingkungan untuk menegakkan larangan pembuangan sampah ilegal. Penegakan hukum diharapkan menjadi deterrent efektif.

Keberhasilan aksi ini memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kemampuan pemerintah daerah dalam menangani isu infrastruktur. Hal tersebut menjadi contoh bagi wilayah lain yang menghadapi tantangan serupa.

Dengan saluran yang bersih, distribusi air irigasi dapat berjalan tanpa hambatan, mendukung ketahanan pangan daerah, dan mengurangi risiko banjir pada musim hujan. Pemerintah berkomitmen melanjutkan upaya serupa demi kesejahteraan petani dan keamanan warga.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.