Media Kampung – 26 Maret 2026 | Pemerintah Indonesia menambah 13 proyek hilirisasi dengan total investasi sekitar Rp239 triliun.

Penambahan tersebut diumumkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, setelah pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, pada 25 Maret 2026.

Proyek baru ini melengkapi 20 proyek hilirisasi tahap pertama yang sebagian telah memasuki fase peletakan batu pertama.

Semua proyek berada dalam proses finalisasi operasional dan diperkirakan dapat dimulai pada April 2026.

Pemerintah menargetkan peningkatan nilai tambah sumber daya alam dalam negeri serta pengurangan ketergantungan pada impor energi.

Fokus utama hilirisasi mencakup sektor mineral, terutama nikel, serta pengembangan biofuel berbasis minyak kelapa sawit (CPO).

Presiden Prabowo menekankan bahwa pengelolaan sumber daya alam harus selalu mengutamakan kepentingan nasional.

“Kita harus menjaga SDA sebagai aset negara dan memprioritaskan penerimaan negara,” ujar Bahlil dalam keterangan tertulis.

Bahlil menambahkan bahwa proyek hilirisasi baru akan meningkatkan royalti, pajak, dan penerimaan lain dari sektor mineral.

Pemerintah juga berencana menyesuaikan Harga Patokan Mineral (HPM) untuk nikel guna memperoleh bagian yang lebih adil dari nilai ekspor.

Dalam rangka memperkuat ketahanan energi, Presiden memerintahkan percepatan produksi etanol dan biodiesel berbasis CPO.

Etanol dan biodiesel diharapkan menjadi alternatif utama yang menggantikan impor bahan bakar fosil.

“Optimalkan seluruh potensi energi domestik, baik etanol maupun biodiesel dari CPO,” kata Bahlil menegaskan.

Proyek hilirisasi yang baru mencakup pabrik pengolahan nikel, fasilitas petrokimia, serta unit produksi biofuel skala besar.

Investasi Rp239 triliun diproyeksikan menambah kontribusi sektor industri terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Menteri Bahlil menjelaskan bahwa sebagian besar proyek pertama telah mencapai tahap groundbreaking, sementara sisanya akan digali pada kuartal berikutnya.

Pemerintah berharap hilirisasi dapat meningkatkan daya saing industri Indonesia di pasar global.

Kebijakan ini juga sejalan dengan rencana jangka panjang untuk mencapai swasembada energi dalam lima tahun ke depan.

Pemerintah menyiapkan regulasi yang mempermudah investasi asing dan domestik dalam proyek hilirisasi.

Bahlil menegaskan bahwa kebijakan tidak akan mengorbankan standar lingkungan dan keberlanjutan.

Analisis independen memperkirakan bahwa tambahan investasi ini dapat menghasilkan ribuan lapangan kerja baru.

Sektor mineral diperkirakan akan menyerap tenaga kerja terampil, sementara biofuel akan membuka peluang di wilayah agraris.

Pemerintah juga meninjau kebijakan pajak untuk memberikan insentif bagi perusahaan yang berpartisipasi dalam hilirisasi.

Langkah ini diharapkan memperkuat struktur APBN melalui peningkatan pendapatan non‑pajak.

Selain itu, pemerintah tetap memantau keseimbangan pasokan batubara dan nikel serta menyiapkan relaksasi terbatas bila harga stabil.

Bahlil menutup pernyataan dengan menekankan pentingnya sinergi antara kementerian, BUMN, dan swasta.

Ia menambahkan bahwa finalisasi proyek akan diumumkan secara bertahap melalui konferensi pers selanjutnya.

Dengan total investasi Rp239 triliun, pemerintah menegaskan komitmen mempercepat hilirisasi dan ketahanan energi demi kemandirian ekonomi nasional.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.