Media Kampung – 17 Maret 2026 | Surabaya, 17 Maret 2026 – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Surabaya menegaskan bahwa seluruh layanan publik yang bersifat esensial akan tetap beroperasi meski berada dalam masa libur resmi. Kebijakan ini diambil untuk memastikan kebutuhan warga terpenuhi tanpa gangguan, terutama pada sektor kesehatan dan penanganan kedaruratan.
Pengaturan Piket Terstruktur dari Tingkat Kota hingga Kelurahan
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, M. Fikser, menjelaskan bahwa setiap perangkat daerah telah menyusun jadwal piket yang bersifat berjenjang. Kepala dinas, kepala badan, kepala satuan, serta camat dan lurah masing‑masing menyiapkan personel yang akan bertugas selama libur. Sistem rotasi ini memungkinkan setiap pejabat struktural dapat menjalankan fungsi pengawasan secara bergantian, sehingga tidak ada celah dalam pelayanan.
Penetapan jadwal dilakukan melalui koordinasi lintas OPD, dengan mempertimbangkan beban kerja dan prioritas layanan. Hasilnya, semua kantor pemerintahan, mulai dari kantor walikota hingga kantor kelurahan, telah memiliki daftar petugas yang siap dipanggil bila diperlukan.
Layanan Kesehatan Tetap Terbuka
Fasilitas kesehatan menjadi fokus utama. Rumah sakit milik pemerintah tetap dibuka 24 jam, sementara sejumlah puskesmas menyiagakan dokter, perawat, dan tenaga administrasi secara bergilir. Dengan mekanisme ini, warga dapat mengakses layanan rawat jalan, pemeriksaan laboratorium, serta layanan gawat darurat tanpa harus menunggu sampai libur berakhir.
Selain itu, ambulans operasional tidak ditarik selama libur; kendaraan tersebut tetap berada di titik strategis untuk mempercepat respons dalam situasi darurat. Fikser menegaskan bahwa meskipun sebagian kendaraan dinas tidak dipergunakan, unit operasional penting tetap dijaga kelancaran.
Kesiapsiagaan Penanganan Kedaruratan
Pengamanan kota selama Lebaran juga mendapat perhatian khusus. Tim pemadam kebakaran, Satpol PP, serta petugas dinas lain bekerja dengan sistem shift yang memastikan kehadiran personel di lapangan setiap saat. Mereka siap menanggapi kebakaran, bencana alam, atau insiden keamanan lainnya.
Pengaturan shift tersebut melibatkan pembagian waktu kerja yang adil, sehingga tenaga kerja tidak mengalami kelelahan berlebih. Koordinasi antar‑unit dilakukan melalui pusat komando darurat yang berfungsi sebagai hub informasi dan arahan.
Harapan Pemerintah dan Dampak bagi Masyarakat
Dengan kebijakan piket ini, Pemkot Surabaya berharap warga dapat tetap mengakses layanan penting tanpa harus menunda kebutuhan mendesak. Fikser menyatakan bahwa keberlangsungan layanan publik selama libur tidak hanya meningkatkan kepuasan masyarakat, tetapi juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keamanan, kesehatan, dan kenyamanan kota.
Secara keseluruhan, strategi yang diterapkan mencerminkan upaya proaktif pemerintah kota dalam menghadapi tantangan operasional selama periode libur panjang. Pengaturan yang terstruktur, dukungan sumber daya manusia, serta kesiapan sarana dan prasarana menjadi faktor kunci yang memungkinkan layanan publik tetap berjalan lancar.
Dengan demikian, Surabaya dapat menyambut Hari Raya Idul Fitri dengan rasa aman, mengetahui bahwa layanan kesehatan, keamanan, dan administrasi publik tetap tersedia untuk semua lapisan masyarakat.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.








