Media Kampung – 10 Maret 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, resmi meresmikan seratus delapan puluh‑tujuh jembatan pada Senin, 9 Maret 2026, menandai selesainya proyek infrastruktur yang diluncurkan hanya dalam 2,5 bulan. Peresmian ini dilaksanakan secara virtual dan dihadiri oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, serta Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya.
Satgas Jembatan yang dipimpin oleh KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak mengkoordinasikan pembangunan tiga tipe utama: 77 jembatan tipe Bailey, 59 jembatan tipe Armco, dan 82 jembatan perintis. Semua jembatan tersebar di wilayah pelosok, desa, dan daerah rawan bencana, mulai dari Sumatera hingga Papua.
Fokus pada keselamatan anak sekolah
Letkol Teddy menegaskan prioritas pemerintah: “Jangan ada anak sekolah menyeberangi sungai dengan kondisi berbahaya”. Pernyataan ini menjadi sorotan setelah viral video seorang siswi nias, Yamisa Zebua, yang harus menyeberangi sungai basah setiap hari untuk sampai ke sekolah.
Setelah peresmian, Prabowo meninjau jembatan bailey yang dibangun di Desa Sifalago, Nias. Yamisa mengaku kini tidak lagi harus masuk kelas dengan pakaian basah. “Terima kasih, Pak Presiden, sekarang kami tidak lagi harus membuka sepatu di kelas,” ujarnya.
Dukungan pendidikan dan program MBG
Dalam dialog langsung, Prabowo menawarkan kesempatan bagi Yamisa dan tiga temannya untuk mengikuti proses tes masuk perguruan tinggi, termasuk jurusan kedokteran yang diinginkan Yamisa. Selain itu, Presiden menanyakan pelaksanaan program MBG (Makan Bergizi Gratis) di sekolah tersebut dan berjanji akan memperjuangkan agar bantuan gizi segera sampai.
Pembangunan di pelosok versus monumen
Prabowo menolak kritik yang menyebut pembangunan jembatan di daerah terpencil tidak strategis. Ia menegaskan, “Saya lebih memilih membangun jembatan di pelosok daripada monumen megah. Jembatan adalah infrastruktur yang langsung menyentuh kehidupan rakyat, terutama anak‑anak yang selama ini harus menyeberangi sungai dengan risiko tinggi.”
Data singkat pembangunan 218 jembatan
- 77 jembatan tipe Bailey (modular, cepat terpasang)
- 59 jembatan tipe Armco (konstruksi baja bergelombang, tahan lama)
- 82 jembatan perintis (gantung sederhana, dibangun gotong‑royong)
Seluruh 218 jembatan menambah jaringan transportasi nasional, memperpendek waktu tempuh antara desa dan pusat layanan publik, serta mengurangi angka kecelakaan di titik penyeberangan sungai.
Konsekuensi geopolitik
Presiden juga menyinggung dampak perang di Timur Tengah yang dapat memicu kenaikan harga bahan baku dan menghambat proyek infrastruktur. Ia menekankan pentingnya kesiapan nasional dalam menghadapi tantangan eksternal sambil tetap fokus pada kebutuhan dasar masyarakat.
Secara keseluruhan, peresmian 218 jembatan ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk menempatkan kepentingan rakyat di ujung tombak kebijakan, terutama dalam memastikan anak‑anak di pelosok dapat bersekolah dengan aman dan nyaman.









Tinggalkan Balasan