BANYUWANGI – Aktivitas para pedagang UMKM di Banyuwangi dalam waktu dekat akan berpindah ke wajah baru Pasar Induk Banyuwangi. Proyek pembangunan pasar terbesar di wilayah kota itu kini memasuki tahap akhir dan ditargetkan siap dimanfaatkan pada awal 2026.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memastikan progres pembangunan berjalan sesuai rencana, meski terdapat perpanjangan waktu pengerjaan disertai denda kontrak.

Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuwangi, Dr. Ir. Guntur Priambodo, menjelaskan bahwa pembangunan Pasar Induk Banyuwangi telah dimulai sejak akhir 2024 dan secara kontraktual seharusnya selesai pada penghujung 2025.

“Kontrak pekerjaan dimulai 2 Oktober 2024 dengan target akhir 31 Desember 2025. Namun ada perpanjangan pelaksanaan disertai denda selama 50 hari, hingga 19 Februari 2026,” jelas Guntur, Kamis (22/1/2026).

Perpanjangan tersebut, menurutnya, dilakukan agar kualitas bangunan tetap terjaga dan seluruh fasilitas bisa berfungsi optimal sebelum ditempati pedagang.

Pasar Induk Banyuwangi yang baru dirancang mampu menampung 791 pedagang, dengan pembagian area pasar utara dan selatan.

Rinciannya, Pasar Utara menyediakan 136 kios dan 47 los, ditambah 17 kios lama yang tetap dipertahankan. Sementara di Pasar Selatan tersedia 261 kios dan 309 los, serta 21 kios eksisting.

Secara keseluruhan, pasar ini memiliki 435 kios dan 356 los, yang diperuntukkan bagi pedagang berbagai komoditas, mulai dari kebutuhan pokok hingga produk UMKM lokal.

Ukuran kios dan los pun dibuat seragam sesuai desain, dengan ukuran kios bervariasi mulai 2×2 meter hingga 2×1,5 meter, sementara los berukuran 2×1,5 meter.

Pemkab Banyuwangi berharap keberadaan Pasar Induk baru ini tidak sekadar menjadi tempat transaksi jual beli, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas aktivitas ekonomi rakyat.

Beberapa tujuan utama pembangunan pasar ini antara lain menciptakan kenyamanan dan keamanan bagi pedagang serta pembeli, mendukung peningkatan ekonomi kerakyatan, dan menjadikan pasar tradisional lebih tertata serta modern.

Selain itu, Pasar Induk Banyuwangi juga diharapkan mampu meningkatkan daya saing pasar tradisional di tengah menjamurnya pasar modern, sekaligus mendukung penataan kawasan kota dan keberlanjutan bangunan dalam jangka panjang.

Dengan kapasitas besar dan desain yang lebih tertata, Pasar Induk Banyuwangi digadang-gadang menjadi pusat perdagangan rakyat yang representatif dan ramah UMKM. Kehadirannya dinantikan para pedagang sebagai ruang usaha yang lebih layak dan berkelanjutan.