Media Kampung – 29 Maret 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tipis pada minggu 25‑27 Maret 2026, mencatat penurunan sebesar 0,14 poin menjadi 7.097,05. Penurunan ini menandai koreksi pertama dalam beberapa minggu terakhir.

Nilai total kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) juga mengalami penurunan 0,24%, beralih ke 12.516 triliun rupiah dari 12.547 triliun pada penutupan sebelumnya. Penurunan tersebut mencerminkan tekanan jual yang terjadi di kalangan investor institusional.

Volume transaksi harian rata‑rata turun hampir 5%, mencapai 28,31 miliar lembar saham, menandakan likuiditas yang sedikit berkurang. Meskipun begitu, nilai transaksi harian rata‑rata meningkat 15,27% menjadi 23,33 triliun rupiah.

Frekuensi transaksi harian rata‑rata juga mencatat kenaikan 9,01% dan mencapai 1,73 juta kali, menunjukkan intensitas perdagangan yang tetap tinggi meski harga turun. Aktivitas ini dipengaruhi oleh pergerakan spekulan dan manajemen portofolio.

Data BEI mencatat bahwa investor asing menjual saham senilai 22,37 triliun rupiah selama minggu tersebut, menambah total penjualan tahunan menjadi 30,88 triliun rupiah. Arah aliran dana asing tetap menjadi faktor kunci dalam pergerakan indeks.

Di tengah koreksi pasar, tiga saham berhasil mencatat kenaikan paling signifikan dan masuk dalam daftar top gainers. Saham PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) melaju naik 58,57% menjadi 1.110 rupiah per lembar, menutup gap harga sebelumnya.

Kenaikan SOTS didorong oleh laporan laba kuartal yang lebih baik dari perkiraan dan peningkatan permintaan produk konstruksi. Analis memperkirakan momentum positif dapat berlanjut jika proyek infrastruktur pemerintah tetap berjalan.

Saham PT Ever Shine Tex Tbk (ESTI) juga menunjukkan pertumbuhan kuat sebesar 51,22%, menembus level 186 rupiah dari 123 rupiah seminggu lalu. Peningkatan penjualan tekstil serta ekspansi ke pasar Asia Tenggara menjadi faktor utama.

PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) menutup minggu dengan kenaikan 47,75% menjadi 164 rupiah, naik dari 111 rupiah. Perusahaan melaporkan kontrak baru dengan merek fashion internasional yang meningkatkan prospek pendapatan.

Analis pasar menilai bahwa ketiga saham tersebut memiliki fundamental yang mendukung, termasuk profitabilitas yang meningkat dan neraca keuangan yang kuat. Namun, mereka mengingatkan bahwa volatilitas pasar tetap tinggi dan risiko tetap ada.

Sementara itu, sektor energi, properti, dan keuangan mengalami tekanan lebih besar, mencerminkan sensitivitas terhadap sentimen global dan pergerakan nilai tukar. Investor disarankan untuk menyeimbangkan portofolio dengan memperhatikan diversifikasi.

Menurut Kautsar Primadi Nurahmad, Sekretaris Perusahaan BEI, peningkatan nilai transaksi harian menunjukkan minat beli yang tetap kuat meski indeks turun. Ia menambahkan bahwa pasar sedang mencari titik dukungan untuk melanjutkan tren naik.

Dengan koreksi yang masih belum berakhir, para pelaku pasar diharapkan memantau data ekonomi makro, kebijakan moneter, serta perkembangan geopolitik yang dapat memicu pergerakan tambahan. Keputusan investasi harus didasarkan pada analisis risiko yang cermat.

Bagi investor yang mencari peluang di tengah koreksi, saham SOTS, ESTI, dan BELL dapat dipertimbangkan sebagai opsi dengan potensi upside. Namun, penempatan modal harus disesuaikan dengan toleransi risiko masing-masing.

Secara keseluruhan, pasar saham Indonesia berada pada fase penyesuaian harga, namun masih terdapat peluang pertumbuhan pada saham-saham dengan fundamental kuat. Kondisi ini menuntut pemantauan terus‑menerus dan strategi yang fleksibel.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.