Media Kampung – 27 Maret 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat kenaikan 2,75% hingga 7.302,12 poin pada perdagangan Rabu 25 Maret, menandai pemulihan setelah libur Lebaran.

Volume transaksi harian mencapai Rp25,89 triliun dengan lebih dari 2,1 juta kali transaksi, menunjukkan likuiditas tinggi di pasar.

Data bursa mengungkap aliran dana asing menghasilkan net buy bersih hanya Rp102,80 miliar, meski total beli mencapai Rp15,25 triliun.

Net buy terbesar dari kalangan asing dalam seminggu terakhir tercatat sebesar Rp103,12 miliar, terfokus pada saham-saham dengan kapitalisasi besar.

Saham Astra International (ASII) memimpin net buy asing dengan kenaikan harga 13,79% dan memberikan kontribusi +32,76 poin pada IHSG.

Bank Mandiri (BMRI) dan Telekomunikasi Indonesia (TLKM) masing-masing mencatat kenaikan 5,07% dan 8,20%, menambah tekanan beli pada indeks.

Sektor energi menjadi kontributor utama, melaju 5,15% berkat harga komoditas yang menguat, dengan BUMI menjadi saham dengan volume tertinggi di bursa.

Emiten energi lain, DSSA, mencatat nilai transaksi tertinggi senilai Rp3,53 triliun, menegaskan pergeseran minat ke sektor energi.

Di sisi lain, Bank Negara Indonesia (BBNI) mengalami penurunan tajam 7,97% akibat penyesuaian harga pasca ex‑date dividen, menjadi salah satu saham net sell terbesar asing.

Penurunan BBNI tidak mencerminkan fundamental yang melemah, melainkan mekanisme teknikal yang umum pada hari ex‑dividend.

Saham pertambangan emas seperti EMAS dan ANTM menunjukkan koreksi masing-masing -10,53% dan -3,47%, menandakan pergeseran risiko ke aset lebih berisiko.

Fenomena ini mengindikasikan investor domestik mengalihkan dana dari aset defensif ke saham energi dan perbankan yang menawarkan momentum lebih kuat.

Para analis menyarankan investor ritel untuk tetap fokus pada saham dengan fundamental solid dan menerapkan trailing stop guna melindungi profit.

Strategi diversifikasi tetap penting, mengingat net buy asing masih tipis meski volume perdagangan tinggi.

Pergerakan indeks diperkirakan akan dipengaruhi oleh data ekonomi global dan kebijakan moneter, yang dapat memicu volatilitas tambahan.

Secara keseluruhan, IHSG menunjukkan pemulihan yang didorong oleh perputaran dana domestik, sementara aksi beli bersih asing tetap terbatas.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.