Media Kampung – 25 Maret 2026 | Bumi Resources Minerals (BRMS) diproyeksikan akan kembali mencatatkan kinerja positif pada tahun 2026 setelah beberapa kuartal terakhir menunjukkan perbaikan fundamental.
Pemulihan harga komoditas utama seperti tembaga dan nikel, serta peluncuran proyek tambang baru di Sulawesi Tengah, menjadi pendorong utama optimisme pasar.
Restrukturisasi utang yang selesai pada akhir 2024 memungkinkan perusahaan mengurangi beban bunga dan meningkatkan arus kas operasional.
Laporan keuangan kuartal ketiga 2025 mengungkapkan margin laba bersih naik menjadi 12,4%, naik signifikan dari 5,8% pada tahun sebelumnya.
CEO BRMS, Irwan Hidayat, menyatakan, “Kami berada pada posisi yang lebih kuat untuk memanfaatkan tren kenaikan harga logam global dan memperluas basis produksi kami.”
Analis senior dari Mandiri Sekuritas, Anita Prasetyo, menambahkan, “Target EPS 2026 dapat tercapai jika perusahaan tetap pada jalur efisiensi biaya dan mengoptimalkan output tambang baru.”
Industri pertambangan Indonesia secara keseluruhan diperkirakan akan tumbuh 6% per tahun, didorong oleh permintaan Asia Timur yang terus meningkat.
BRMS baru-baru ini menandatangani joint venture dengan perusahaan pertambangan asal Kanada untuk mengadopsi teknologi penambangan otomatis yang menurunkan biaya produksi hingga 8%.
Investasi pada inisiatif keberlanjutan, termasuk penggunaan energi terbarukan di lokasi tambang, juga diharapkan meningkatkan reputasi perusahaan di mata investor institusional.
Target dividend payout ratio perusahaan dijadwalkan naik menjadi 45% pada 2026, sejalan dengan peningkatan profitabilitas.
Namun, risiko regulasi lingkungan dan volatilitas harga logam tetap menjadi faktor penghambat yang perlu dipantau secara ketat.
Volume perdagangan saham BRMS pada Bursa Efek Indonesia mengalami kenaikan 22% dalam tiga bulan terakhir, menandakan minat investor yang kuat terhadap prospek perusahaan.
Jika semua faktor tersebut berjalan sesuai rencana, BRMS dapat mengembalikan kepercayaan pasar dan menorehkan pertumbuhan yang berkelanjutan pada 2026.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan