Media Kampung – 25 Maret 2026 |

IHSG dibuka pada Rabu 25 Maret 2026 turun ke level 7.089, menandai penurunan sejak penutupan sebelumnya.

Penurunan tersebut dipicu oleh aksi jual pada saham-saham besar LQ45 seperti BBNI, MDKA, dan INCO yang masuk dalam daftar top losers.

Analis pasar menilai indeks berada pada zona support psikologis 7.000, sehingga tekanan jual dapat berlanjut jika sentimen tidak membaik.

Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di 4,75 persen serta menurunkan ambang batas dokumen pendukung transaksi dolar menjadi US$50 ribu, kebijakan yang ditujukan menstabilkan nilai tukar rupiah.

Pada saat yang sama, batas transaksi lindung nilai ditingkatkan menjadi US$10 juta per transaksi untuk membantu korporasi mengelola risiko nilai tukar.

Kondisi global tetap tidak menentu, dengan inflasi energi yang tinggi, harga minyak dan gas yang fluktuatif, serta kebijakan moneter bank sentral utama yang cenderung menahan suku bunga.

Investor internasional menanggapi kebijakan The Fed, ECB, BoE, BoJ, dan Bank of Canada yang bersifat dovish, namun ekspektasi pemotongan suku bunga mulai teredam.

Di dalam negeri, pemerintah meninjau kebijakan efisiensi anggaran, termasuk kemungkinan kerja empat hari atau work‑from‑home untuk menurunkan konsumsi BBM.

Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG dapat menguji support di kisaran 6.800‑7.000 dengan resistance di 7.150‑7.200, sekaligus menyoroti lima saham potensial: MEDC, ELSA, ENRG, SIDO, dan INDY.

BRI Danareksa Sekuritas menambahkan bahwa net foreign buying sebesar Rp155,35 miliar masih memberi dukungan terbatas, namun sentimen risk‑off tetap dominan.

Riset BRI Danareksa juga menyoroti saham ITMG, PGAS, dan FORE sebagai pilihan yang dapat memberikan peluang di tengah volatilitas.

Pilarmas Investindo Sekuritas mengidentifikasi tiga saham unggulan untuk perdagangan hari ini: TOWR, SUPA, dan INDY, menekankan fundamental yang kuat.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengamati bahwa IHSG masih berada dalam gelombang koreksi teknikal, sehingga kemungkinan penurunan lebih lanjut ke zona 6.745‑6.887 tidak dapat dikesampingkan.

Menurut Herditya, level support penting berada pada 6.991 dan 6.843, sedangkan resistance terdekat terletak di 7.156 dan 7.239.

Strategi teknikal yang disarankan mencakup pembelian pada kelemahan untuk saham BBYB yang telah menguat 4,35 persen, serta pemantauan volume pembelian pada saham-saham lain.

Mengingat libur panjang Nyepi dan Lebaran, analis Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) memperingatkan potensi gap down pada pembukaan pasar karena akumulasi sentimen selama penutupan bursa.

Wafi, analis KISI, menilai volatilitas awal sesi dapat meningkat, terutama jika aliran dana asing keluar secara signifikan.

Ia menyarankan investor untuk mengadopsi pendekatan wait‑and‑see, menghindari keputusan impulsif hingga arah pasar lebih jelas.

Data RTI Business menunjukkan IHSG melemah 8,0 persen ke level 7.654,66 pada akhir Januari, menegaskan kerentanan indeks terhadap faktor eksternal.

Meskipun demikian, technical rebound dari area support 7.000 pada pertengahan Maret memberikan sedikit harapan bagi pembeli jangka pendek.

Sentimen geopolitik, termasuk ketegangan terkait Iran, masih menjadi variabel yang dapat memicu pergerakan tajam pada harga komoditas dan, secara tidak langsung, pada IHSG.

Kebijakan moneter domestik yang stabil dan penyesuaian ambang batas transaksi valuta asing diharapkan menurunkan tekanan spekulatif terhadap rupiah.

Investor institusional dan ritel disarankan memantau perkembangan data ekonomi makro, khususnya inflasi dan neraca perdagangan, yang dapat mempengaruhi kebijakan suku bunga selanjutnya.

Dengan dukungan teknikal di sekitar level 7.000 dan rekomendasi saham yang dipilih oleh berbagai sekuritas, peluang pemulihan masih terbuka meski dalam kerangka koreksi terbatas.

Secara keseluruhan, IHSG diperkirakan akan bergerak dalam rentang 6.800‑7.200 dalam beberapa minggu ke depan, dengan volatilitas tinggi dan pentingnya disiplin dalam manajemen risiko.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.