Media Kampung – 19 Maret 2026 | Direksi PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) meningkatkan kepemilikan sahamnya melalui dua transaksi pada pertengahan Maret 2026.
Charles Daniel Gobel membeli total 1,35 juta lembar saham dengan nilai lebih dari Rp1,03 miliar, menandai investasi pribadi pertama di perusahaan.
Transaksi pertama pada 13 Maret melibatkan 650.000 lembar saham seharga Rp811 per lembar, menghasilkan pengeluaran sekitar Rp527,1 juta.
Tiga hari kemudian, Gobel menambah 700.000 lembar dengan harga Rp725 per lembar, menambah biaya sekitar Rp507,5 juta.
Seluruh pembelian dilakukan secara langsung di pasar, tanpa melalui mekanisme repurchase agreement.
Meskipun kepemilikan kini mencapai 1,35 juta lembar, persentase saham beredar dan hak suara Gobel masih relatif kecil.
Direksi menyatakan bahwa tujuan utama pembelian adalah investasi jangka panjang, bukan upaya manipulasi pasar.
Direktur BRMS, Herwin Hidayat, menyoroti tekanan harga saham yang dipengaruhi oleh kondisi makroekonomi global.
“Tekanan pada saham kami lebih dipengaruhi oleh faktor makroekonomi global,” ujarnya dalam pernyataan resmi.
Penurunan nilai saham terlihat sejak akhir Februari, ketika indeks komoditas mengalami koreksi.
Saham BRMS sempat berada di level Rp870 pada 12 Maret sebelum turun ke sekitar Rp680 pada penutupan 17 Maret.
Penurunan ini terjadi meskipun pada hari itu saham mencatat kenaikan 0,74 persen dalam perdagangan.
Peringkat internasional Fitch dan Moody’s baru-baru ini menurunkan outlook Indonesia menjadi negatif, menambah kekhawatiran investor.
Outlook negatif mencerminkan risiko inflasi, volatilitas nilai tukar, dan ketidakpastian geopolitik.
Faktor-faktor tersebut berdampak pada sektor pertambangan, termasuk BRMS, yang bergantung pada harga komoditas global.
BRMS tetap melanjutkan pengembangan proyek tambang, dengan target meningkatkan produksi tembaga dan nikel.
Manajemen optimis bahwa proyek jangka panjang dapat memperbaiki kinerja keuangan perusahaan.
Namun, dalam jangka pendek, volatilitas harga komoditas dan sentimen pasar tetap menjadi tantangan.
Investor institusional memperhatikan pergerakan saham setelah aksi beli oleh direksi.
Beberapa analis menilai pembelian oleh Gobel sebagai sinyal kepercayaan internal, namun mengingat tekanan eksternal, manfaatnya masih dipertanyakan.
Data kepemilikan insider menunjukkan bahwa selain Gobel, tidak ada anggota direksi lain yang menambah saham pada periode yang sama.
PT Bumi Resources Minerals juga melaporkan bahwa tidak ada rencana buyback saham dalam waktu dekat.
Perusahaan menegaskan komitmen pada tata kelola yang transparan dan kepatuhan regulasi pasar modal.
Seiring dengan penurunan harga, volume perdagangan saham BRMS meningkat, menandakan aktivitas spekulatif.
Para trader memperkirakan bahwa jika harga komoditas stabil, saham dapat kembali menguji level Rp800.
Namun, jika tekanan global berlanjut, risiko penurunan lebih dalam tetap ada.
Pemerintah Indonesia berupaya menstabilkan ekonomi melalui kebijakan stimulus dan pengendalian harga energi.
Langkah-langkah tersebut diharapkan menurunkan beban biaya produksi bagi perusahaan tambang.
Secara keseluruhan, aksi beli saham oleh manajemen menunjukkan keyakinan jangka panjang, meski harga masih dipengaruhi faktor eksternal.
Pasar akan terus memantau perkembangan proyek tambang dan kondisi makroekonomi untuk menilai arah saham BRMS ke depan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan