Media Kampung – 16 Maret 2026 | PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Jumat, 10 April 2026 pukul 14.00 WIB. Rapat ini menjadi sorotan utama bagi investor karena agenda paling krusial adalah penetapan dividen atas laba bersih tahun buku 2025.
Agenda Utama RUPST 2026
- Persetujuan Laporan Tahunan dan Pengesahan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan.
- Persetujuan Penggunaan Laba Bersih Perseroan untuk Tahun Buku 2025, termasuk keputusan pembagian dividen.
- Penetapan Gaji, Honorarium, serta Remunerasi atas Kinerja Direksi dan Dewan Komisaris untuk Tahun Buku 2025‑2026.
- Pengajuan Akuntan Publik untuk audit Laporan Keuangan Konsolidasian Tahun Buku 2025 dan Program PUMK Tahun Buku 2026.
- Pembahasan perubahan Anggaran Dasar terkait pengalihan saham Seri B dari PT Danantara Asset Management (Persero) kepada Badan Pengelola BUMN.
- Penetapan kebijakan terkait program pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK) Tahun Buku 2025.
- Pemberian pelunasan dan pembebasan tanggung jawab penuh kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas tindakan pengurusan perseroan selama Tahun Buku 2025.
Laba bersih BRI tahun 2025 tercatat sebesar Rp57,13 triliun, turun 5,26% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp60,30 triliun. Meskipun terjadi penurunan, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) tetap kuat pada 23,52%, jauh di atas batas minimum regulator. Kondisi permodalan yang solid menjadi dasar bagi Direktur Utama Hery Gunardi untuk mengisyaratkan bahwa rasio pembagian dividen tahun ini berpotensi lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya.
Dividen interim yang telah dibayarkan pada 15 Januari 2026 berjumlah Rp137 per lembar saham, dengan total nilai sekitar Rp20,63 triliun. Dividen interim tersebut bersumber dari laba bersih hingga kuartal III‑2025. Pada tahun buku 2024, total dividen yang dibagikan mencapai Rp51,73 triliun atau setara dengan Rp343,40 per saham. Dengan profitabilitas yang masih berada di kisaran triliunan, pasar menanti keputusan final mengenai dividen final yang akan ditetapkan pada RUPST.
Proyeksi Dividen Final
Jika manajemen mempertahankan atau meningkatkan payout ratio, dividend final diperkirakan dapat berada di atas Rp150 per lembar saham. Angka ini akan menandakan peningkatan signifikan dibandingkan tahun 2024, sekaligus meningkatkan imbal hasil (yield) bagi pemegang saham BBRI. Peningkatan dividend juga diharapkan dapat memperkuat persepsi pasar terhadap BRI sebagai saham dividend-friendly, mengingat BRI merupakan bank pelat merah dengan basis nasabah luas, terutama di segmen UMKM.
Investor institusional dan ritel diharapkan akan mencermati keputusan tersebut, karena dividen yang lebih tinggi dapat memicu pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia. Selain itu, keputusan dividen akan mempengaruhi kebijakan alokasi dana internal BRI, termasuk program pendanaan UMKM melalui PUMK yang menjadi fokus strategis bank.
Implikasi bagi Pasar Modal
Penetapan dividen yang lebih tinggi biasanya memberikan sinyal positif mengenai kesehatan keuangan perusahaan. Pada saat yang sama, keputusan RUPST akan memperjelas arah kebijakan korporasi BRI dalam beberapa tahun ke depan, termasuk restrukturisasi kepemilikan saham Seri B dan peningkatan layanan digital yang terus berkembang.
Secara keseluruhan, RUPST 10 April 2026 bukan hanya menjadi forum formal untuk mengesahkan laporan keuangan, tetapi juga menjadi momen penting bagi BRI untuk menegaskan komitmen kepada pemegang saham melalui kebijakan dividen yang kompetitif.
Para pemegang saham yang berhak hadir diharuskan melakukan deklarasi kehadiran paling lambat pada Kamis, 9 April 2026 pukul 12.00 WIB. Dengan agenda yang komprehensif dan prospek dividen yang menjanjikan, pasar menantikan hasil rapat ini dengan antisipasi tinggi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.








