Media Kampung – 12 Maret 2026 | Emiten energi dan infrastruktur milik Grup Sinar Mas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), resmi memperoleh persetujuan pemegang saham untuk melaksanakan aksi korporasi stock split dengan rasio 1:25. Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Rabu, 11 Maret 2026.

Rincian Persetujuan dan Jadwal Implementasi

RUPSLB mencatat bahwa seluruh 5,51 miliar suara (100 %) memberikan restu kepada rencana pemecahan nilai nominal saham. Kuorum kehadiran mencapai 89,12 %, menandakan antusiasme tinggi para pemegang saham. Berdasarkan keputusan tersebut, periode akhir perdagangan saham dengan nilai nominal lama (Rp25) dijadwalkan pada 6 April 2026, sementara perdagangan dengan nilai nominal baru (Rp1) akan dimulai pada 7 April 2026 di pasar reguler.

Alasan Strategis di Balik Stock Split

Manajemen DSSA menguraikan tiga tujuan utama stock split:

  • Meningkatkan jumlah lembar saham beredar sehingga harga per lembar menjadi lebih terjangkau bagi investor ritel dan institusi.
  • Memperluas basis kepemilikan dengan menarik kalangan investor yang sebelumnya terkendala oleh harga lot yang tinggi.
  • Meningkatkan volume perdagangan dan likuiditas di bursa, yang diharapkan akan menstabilkan pergerakan harga dan menurunkan volatilitas.

Dengan rasio 1:25, nilai nominal saham akan turun dari Rp25 menjadi Rp1. Jumlah saham beredar akan melonjak dari sekitar 7,70 miliar lembar menjadi 192,63 miliar lembar, tanpa mengubah total nilai pasar atau hak ekonomi pemegang saham.

Potensi Harga Saham Pasca‑Split

Sebelum keputusan, harga penutupan saham DSSA tercatat Rp77.750 per lembar. Dengan pemecahan 1:25, perkiraan harga saham baru adalah Rp3.110 per lembar (Rp77.750 ÷ 25). Analisis pasar menilai bahwa harga tersebut berada pada level yang lebih ramah bagi investor ritel, sekaligus membuka peluang beli dalam satu lot (100 lembar) dengan nilai total sekitar Rp311.000.

Setelah pengumuman persetujuan, saham DSSA langsung menguat sekitar 200 poin atau 0,26 % menjadi Rp77.750, menandakan respons positif pasar terhadap langkah tersebut.

Latar Belakang Pengumuman

Rencana stock split pertama kali diumumkan pada 30 Januari 2026 lewat keterbukaan informasi. Manajemen menyoroti bahwa harga saham yang tinggi pada saat itu menyulitkan investor kecil untuk membeli satu lot, sehingga menghambat likuiditas. Dengan menurunkan nilai nominal, perusahaan berharap dapat mengatasi kendala tersebut serta meningkatkan daya tarik saham di kalangan institusi dan dana pensiun.

Implikasi Bagi Pemegang Saham

Manajemen menegaskan bahwa aksi korporasi ini tidak akan mengubah hak atau nilai ekonomi pemegang saham. Semua hak suara, dividen, dan kepemilikan tetap proporsional setelah penyesuaian. Hanya jumlah lembar yang berubah secara mekanis sesuai rasio pemecahan.

Selain manfaat likuiditas, perusahaan berharap stock split dapat menciptakan persepsi positif terhadap prospek bisnisnya, yang mencakup sektor energi terbarukan, infrastruktur, serta proyek strategis grup Sinar Mas.

Dengan persetujuan RUPSLB, DSSA kini berada pada jalur implementasi yang jelas. Investor dapat memantau tanggal 6–7 April 2026 untuk melihat peralihan nilai nominal dan menyesuaikan strategi investasi mereka.

Langkah stock split ini menandai babak baru bagi DSSA dalam upaya memperluas kepemilikan saham, meningkatkan likuiditas, dan menyiapkan fondasi yang lebih kuat bagi pertumbuhan jangka panjang.