Media Kampung – 29 Maret 2026 | Ribuan pengunjung berkumpul di kawasan Makam Batulayar dan Amphitheater Senggigi pada Minggu (29/3) untuk menyaksikan perayaan Lebaran Topat 2026.

Acara tersebut menampilkan arak-arakan ketupat, pertunjukan seni tradisional, serta hiburan musik yang mengundang partisipasi masyarakat lokal dan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Kehadiran Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal bersama Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini menambah sorotan pada rangkaian kegiatan.

Mereka terlihat menari bersama sejumlah wisatawan di tengah alunan musik tradisional, aksi yang memicu sorakan dan tepuk tangan penonton.

Gestur tersebut dipandang sebagai simbol kedekatan pejabat daerah dengan masyarakat serta upaya memperkuat citra pariwisata inklusif di wilayah tersebut.

Lebaran Topat merupakan tradisi tahunan yang menggabungkan nilai keagamaan dengan warisan budaya setempat, khususnya dalam penyajian ketupat yang dimasak secara bersamaan.

Festival ini juga menjadi platform bagi pelaku usaha pariwisata di Senggigi untuk menampilkan produk lokal, kuliner khas, serta layanan akomodasi.

Berbagai stand dagang dan kios makanan tersebar di sepanjang area acara, meningkatkan interaksi antara pengunjung dan pengusaha lokal.

“Perayaan ini menjadi daya tarik wisata yang mampu menghadirkan kunjungan dan menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Pernyataan tersebut mencerminkan harapan pemerintah daerah untuk memanfaatkan acara budaya sebagai katalis sektor pariwisata.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan peningkatan kunjungan wisatawan ke Lombok Barat pada tahun-tahun sebelumnya, tren yang diharapkan berlanjut.

Pengelola acara mencatat bahwa lebih dari 8.000 pengunjung hadir pada hari pertama, dengan estimasi total mencapai 20.000 selama tiga hari festival.

Kepadatan pengunjung menuntut koordinasi intens antara aparat keamanan, tenaga medis, dan penyelenggara untuk menjaga ketertiban.

Polisi setempat menegaskan kesiapan mereka dalam mengantisipasi situasi darurat, termasuk penanganan kerumunan dan penegakan protokol kesehatan.

Meskipun protokol kesehatan tetap diterapkan, sebagian besar peserta melaporkan rasa aman berkat tindakan preventif yang konsisten.

Salah satu wisatawan asal Jepang menyatakan kepuasannya terhadap atmosfer budaya yang autentik dan keramahan penduduk setempat.

Pengalaman tersebut diharapkan meningkatkan peluang kunjungan berulang dan rekomendasi melalui media sosial.

Pihak penyelenggara juga menyoroti peran sukarelawan lokal yang membantu logistik, pemandu, serta penyebaran informasi acara.

Kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, serta sektor swasta menciptakan sinergi yang memperkuat daya tarik Senggigi sebagai destinasi utama.

Keberhasilan Lebaran Topat 2026 mempertegas posisi festival sebagai agenda budaya unggulan di Nusa Tenggara Barat.

Penutupan acara dijadwalkan pada akhir pekan dengan pertunjukan kembang api, menandai akhir perayaan yang meneguhkan komitmen daerah terhadap pelestarian tradisi dan pengembangan pariwisata.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.