Media Kampung – 27 Maret 2026 | Data dari Dinas Pariwisata Sleman menunjukkan total pergerakan wisatawan selama libur Lebaran 2026 mencapai 188.198 orang.
Dari jumlah tersebut tiga kawasan utama menyerap mayoritas kunjungan, yaitu lereng Merapi di Kaliadem, kompleks candi Prambanan‑Keraton Ratu Boko, dan kawasan alam Kaliurang.
Kaliadem mencatat 32,89% pangsa kunjungan, dipimpin oleh atraksi Lava Tour dan bunker bersejarah yang menjadi magnet bagi wisatawan domestik.
Candi Prambanan dan Keraton Ratu Boko, yang dikelola oleh PT Taman Wisata Candi (TWC) serta InJourney Destination Management, memperoleh 31,80% kunjungan.
Kawasan wisata alam Kaliurang menyumbang 23,37% total, menawarkan pemandangan pegunungan serta aktivitas outdoor yang menarik.
Sisa persentase tersebar ke destinasi lain termasuk pusat perbelanjaan dan area budaya lain di Yogyakarta.
Mayoritas pengunjung berasal dari wilayah Jawa, dengan 35,5% datang dari Jawa Tengah, 32,5% dari Jawa Timur, dan 27% dari Jawa Barat, DKI Jakarta, serta Banten.
Wisatawan luar Jawa mencakup sisanya, menegaskan dominasi pasar domestik pada periode libur panjang ini.
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Sleman, Kus Endarto, mencatat puncak kedatangan terjadi pada Senin 23 Maret 2026 dengan 59.682 orang.
Ia menegaskan bahwa data masih bersifat sementara namun sudah cukup untuk menilai tren positif.
Dinas Pariwisata menargetkan total kunjungan antara 300.000 hingga 500.000 selama libur Lebaran, meskipun pencapaian saat ini berada di bawah estimasi.
Endarto menambahkan rata‑rata okupansi hotel pada 14‑24 Maret 2026 berkisar antara 40% hingga 65%, selaras dengan proyeksi resmi.
Di pusat kota, kawasan Malioboro mencatat 286.558 pengunjung antara 18‑24 Maret, dengan puncak 78.127 orang pada 23 Maret.
Kepala UPT Pengelolaan Cagar Budaya Kota Yogyakarta, Fitria Dyah Anggraeni, menjelaskan bahwa lima posko reaksi cepat disiapkan untuk menjaga keamanan dan kebersihan.
Posko tersebut berlokasi di Sosrowijayan, Perwakilan, Dagen, Ketandan, dan Beskalan, serta dilengkapi fasilitas seperti toilet portabel dan sistem informasi berbasis CCTV.
Pengunjung Malioboro memanfaatkan area komersial untuk berbelanja oleh‑oleh serta berfoto, menciptakan suasana ramai hingga malam hari.
Pedagang sewa kendaraan, termasuk skuter dan ATV, melaporkan lonjakan permintaan setelah H+3 Lebaran, dengan rata‑rata seribu unit terpakai per hari.
Pengelola penyewaan, Janu, menegaskan bahwa peningkatan ini bertepatan dengan data kepadatan wisatawan di Tlogo Putri dan Kaliurang.
Kombinasi antara atraksi alam, warisan budaya, dan fasilitas perkotaan menjadikan Yogyakarta tetap menjadi magnet wisatawan pada akhir libur Lebaran.
Pengelola dan pihak berwenang optimis bahwa tren ini akan berlanjut, mendukung pertumbuhan ekonomi lokal serta pencapaian target kunjungan tahunan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan