Media Kampung – 25 Maret 2026 | Perhutani KPH Kedu Utara meningkatkan pengawasan di Wisata Semirang menjelang libur Lebaran untuk menjamin keamanan pengunjung.
Lokasi wisata berada di Desa Gogik, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, dikenal sebagai air terjun tersembunyi dengan ekosistem hutan alami yang masih lestari.
Antisipasi peningkatan kunjungan selama Lebaran menjadi prioritas karena data tahun lalu menunjukkan lonjakan wisatawan sebesar 40 persen pada periode serupa.
Tim patroli yang dipimpin oleh kepala BKPH Ambarawa, Herman Sutrisno, melakukan rondaan harian mulai pukul pagi hingga sore, mencakup jalur trekking utama dan area persinggahan.
Pemeriksaan juga meliputi kondisi plang informasi, papan larangan, serta fasilitas penunjang seperti tempat sampah dan pos pertolongan pertama.
Semua tanda peringatan dipastikan terbaca jelas, dan bila ditemukan kerusakan segera diganti atau diperbaiki oleh petugas lapangan.
Fokus pengawasan diarahkan pada kepatuhan pengunjung terhadap jalur resmi, menghindari penelusuran area berbahaya seperti tebing curam dan zona konservasi.
Pelanggaran jalur dapat mengakibatkan risiko tergelincir atau terjatuh, sehingga petugas secara rutin mengingatkan wisatawan untuk tetap berada pada rute yang ditetapkan.
Herman Sutrisno menegaskan bahwa langkah preventif ini sejalan dengan kebijakan Perhutani untuk melindungi sumber daya hutan sekaligus melayani publik secara optimal.
“Kami berkomitmen memastikan setiap pengunjung dapat menikmati keindahan Semirang dengan aman, terutama pada masa libur yang padat,” ujarnya.
Ia juga menambah bahwa koordinasi dengan pengelola lokal memperkuat efektivitas pengawasan dan memungkinkan respons cepat bila terjadi insiden.
Pengelola wisata, Kusmanto, menyambut baik peningkatan patroli dan menyatakan kerjasama ini meningkatkan rasa aman serta kenyamanan para tamu.
“Sinergi dengan Perhutani membuat area wisata lebih tertib, sehingga keluarga dapat menikmati liburan tanpa khawatir,” katanya.
Selain patroli, tim melakukan pemantauan cuaca dan kondisi aliran air untuk mengidentifikasi potensi bahaya banjir mendadak atau longsor.
Bila terjadi perubahan signifikan, petugas berhak menutup sementara jalur atau area tertentu demi mencegah kecelakaan.
Upaya edukasi juga dilakukan dengan menyebarkan brosur dan papan edukatif tentang perilaku bertanggung jawab di dalam hutan.
Pengunjung diingatkan untuk tidak membuang sampah sembarangan, tidak merusak vegetasi, serta menjaga kebisingan agar tidak mengganggu fauna.
Perhutani menargetkan agar Wisata Semirang tetap menjadi destinasi ramah lingkungan sekaligus meningkatkan pendapatan ekonomi lokal melalui pariwisata berkelanjutan.
Pemerintah daerah Kabupaten Semarang mendukung program ini dan berencana menambah fasilitas seperti area parkir resmi dan pos informasi digital.
Dengan langkah preventif yang terkoordinasi, diharapkan libur Lebaran dapat berlangsung aman, tertib, dan memberikan pengalaman alam yang berkesan bagi semua pengunjung.
Perhutani juga menyiapkan tim medis terlatih yang siap merespons cedera ringan maupun keadaan darurat, dengan peralatan pertolongan pertama yang ditempatkan di pos strategis.
Evaluasi efektivitas langkah ini akan dilakukan setelah libur Lebaran, dan hasilnya akan dijadikan acuan untuk meningkatkan standar keamanan di kawasan wisata hutan lainnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan