Media Kampung – 25 Maret 2026 | Perhutani KPH Kedu Utara meningkatkan patroli di jalur pendakian Gunung Ungaran via Basecamp Mawar menjelang libur Lebaran untuk menjamin keamanan pengunjung.
Jalur Mawar dipilih karena akses yang relatif mudah dan pemandangan yang menarik, sehingga diperkirakan akan mengalami peningkatan signifikan jumlah pendaki selama periode libur.
Tim pengawas melakukan inspeksi menyeluruh pada kondisi trek, termasuk pengecekan stabilitas tanah, keberadaan batu longgar, serta kelayakan jalur bagi pendaki dengan berbagai tingkat kemampuan.
Selama patroli, petugas memverifikasi keberadaan dan kejelasan papan informasi serta rambu larangan di titik-titik kritis, guna menghindari penyimpangan dari rute resmi.
Fokus tambahan diberikan pada area berisiko tinggi seperti jalur licin, tanjakan curam, dan persimpangan yang memerlukan perhatian ekstra.
Kepala BKPH Ambarawa, Herman Sutrisno, menegaskan bahwa peningkatan pengawasan merupakan langkah preventif untuk meminimalisir potensi kecelakaan.
“Kami meningkatkan patroli dan pengawasan di jalur Ungaran via Mawar selama Lebaran untuk memastikan trek tetap aman dan nyaman bagi pendaki,” ujar Herman.
Ia juga mengingatkan pendaki untuk mempersiapkan peralatan yang memadai, mematuhi peraturan, dan menjaga keselamatan pribadi serta sesama.
Pengelola Basecamp Mawar, Anton Sahroni, menyambut baik kolaborasi dengan Perhutani, menilai kehadiran tim pengawas meningkatkan rasa aman para pendaki.
“Patroli Perhutani membantu memantau trek secara terus‑menerus, sehingga pendaki dapat fokus pada pendakian tanpa khawatir,” kata Anton.
Kedua pihak menekankan pentingnya sinergi antara otoritas hutan dan penyedia layanan basecamp dalam menjaga ketertiban dan kelancaran aktivitas di kawasan hutan.
Pengawasan tambahan juga mencakup pemantauan potensi kebakaran hutan, pembuangan sampah, serta pelanggaran terhadap zona konservasi.
Perhutani mengingatkan bahwa pelanggaran terhadap aturan hutan dapat berakibat pada sanksi administratif atau penutupan akses sementara.
Upaya preventif ini diharapkan dapat menurunkan angka kecelakaan dan memastikan pengalaman pendakian yang positif selama libur panjang.
Masyarakat diharapkan tetap menghormati ekosistem hutan dengan tidak merusak flora maupun fauna, serta menjaga kebersihan area pendakian.
KPH Kedu Utara menegaskan bahwa keamanan pendaki merupakan prioritas utama, namun tidak mengurangi komitmen terhadap pelestarian lingkungan.
Dengan langkah ini, Perhutani berharap libur Lebaran dapat menjadi kesempatan bagi warga untuk menikmati alam secara aman dan bertanggung jawab.
Pengawasan yang diperketat di jalur Ungaran via Mawar mencerminkan upaya proaktif dalam mengelola peningkatan kunjungan selama periode Lebaran.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan