Media Kampung – 23 Maret 2026 | Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mengumumkan penambahan kuota pengunjung di kawasan Gunung Bromo selama libur Lebaran. Kebijakan ini bertujuan mengakomodasi lonjakan minat wisatawan pada periode libur panjang.
Kuota tambahan sebanyak 1.000 orang per hari meningkatkan kapasitas harian menjadi 3.572 orang, naik dari batas normal 2.752 orang. Penambahan ini berlaku hanya selama masa libur Lebaran yang diperkirakan berlangsung selama satu minggu.
Endrip Wahyutama, Kepala Humas TNBTS, menyatakan bahwa penyesuaian kuota didasarkan pada data pemesanan tiket dan tren kunjungan sebelumnya. Ia menekankan pentingnya menjaga kelancaran arus pengunjung tanpa menurunkan standar keselamatan.
Untuk menghindari kemacetan, pihak TNBTS memetakan titik rawan seperti Sunrise View Point di Simpang Dingklik, Pakis Bincil, Bukit Kedaluh, Watu Gedhe, dan Jemplang. Petugas akan melakukan pengawasan ketat di lokasi‑lokasi tersebut selama periode puncak kunjungan.
Sekitar 60 personel gabungan dari TNBTS, kepolisian, TNI, pemerintah kecamatan, desa penyangga, serta relawan Mitra Polisi Hutan dan Masyarakat Peduli Api dikerahkan. Tim ini bertugas memastikan keamanan, pengaturan lalu lintas, dan pencegahan kebakaran.
Tarif masuk bagi wisatawan domestik ditetapkan Rp 79.000 pada hari libur, sementara wisatawan mancanegara dikenai biaya Rp 255.000. Tiket dapat dipesan secara daring melalui situs resmi TNBTS untuk mengurangi antrean di loket.
Sistem reservasi online memungkinkan pengunjung memeriksa ketersediaan kuota secara real‑time sebelum berangkat. Hal ini diharapkan menurunkan risiko kelebihan kapasitas dan memperlancar proses masuk ke kawasan.
Endrip mengingatkan pengunjung untuk mematuhi peraturan area, terutama menghindari zona berisiko vulkanik di sekitar kaldera Bromo. Pengunjung sepeda motor diminta memastikan kondisi kendaraan prima mengingat medan yang menantang.
Pihak taman nasional juga menyiapkan fasilitas pendukung seperti pos pengawasan, rambu lalu lintas, dan area istirahat di titik‑titik strategis. Upaya ini dimaksudkan meningkatkan kenyamanan tanpa mengorbankan kelestarian alam.
Analisis internal memprediksi puncak kunjungan akan terjadi pada dua hari terluar libur Lebaran, ketika banyak keluarga memanfaatkan cuti panjang. Oleh karena itu, TNBTS menyarankan pembelian tiket jauh hari sebelum tanggal keberangkatan.
Selama periode libur, petugas taman akan melakukan patroli rutin untuk mendeteksi potensi bahaya, termasuk kebakaran hutan dan aktivitas vulkanik. Koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dipertahankan untuk pemantauan dini.
Masyarakat sekitar juga dilibatkan dalam program edukasi tentang perilaku wisata yang bertanggung jawab. Program ini mencakup pelatihan pencegahan sampah, penggunaan fasilitas kebersihan, dan pelaporan kondisi darurat.
Penambahan kuota diharapkan dapat meningkatkan pendapatan daerah melalui sektor pariwisata tanpa menimbulkan tekanan berlebih pada ekosistem. Pendapatan tersebut akan dialokasikan untuk perbaikan infrastruktur dan program konservasi.
Dengan langkah-langkah tersebut, TNBTS menegaskan komitmennya menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan pelestarian alam. Pengunjung diharapkan menikmati keindahan Bromo secara aman dan tertib.
Akhirnya, selama libur Lebaran ini akses ke Gunung Bromo tetap terbuka dengan kapasitas yang telah disesuaikan, sementara pengawasan ketat memastikan pengalaman wisata yang nyaman dan aman. Semua pihak diundang untuk berpartisipasi menjaga kelestarian destinasi ikonik ini.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan