Media Kampung – 18 Maret 2026 | Menjelang Hari Raya Idul Fitri, arus penumpang di dua pelabuhan lintas selat Bali mengalami peningkatan signifikan. Pada H-3 sebelum Lebaran, pelabuhan Ketapang di Jawa dan Gilimanuk di Bali mencatat volume penyeberangan yang didominasi oleh wisatawan, terutama yang menggunakan bus dan mobil pribadi.
Dominasi Wisatawan di Pelabuhan Ketapang
Data Posko Ketapang untuk periode 24 jam tanggal 17 Maret 2026 menunjukkan total 257 trip kapal. Jumlah penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Bali pada hari tersebut mencapai 17.649 orang, turun 8,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penurunan ini terjadi meskipun terdapat peningkatan 7,3% pada kendaraan roda dua (499 unit) dan kenaikan marginal pada truk (533 unit). Sebaliknya, kendaraan roda empat menurun 8,9% menjadi 1.735 unit, dan bus berkurang 13% menjadi 374 unit. Total seluruh kendaraan yang menyeberang tercatat 3.141 unit, menurun 5,6%.
Salah satu penumpang, Alex asal Malang, mengungkapkan pilihannya berlibur ke Bali meski bertepatan dengan masa Nyepi. Ia menyatakan, “Jawa terlalu ramai, termasuk Yogyakarta, jadi saya memutuskan ke Bali dan berencana menginap seminggu.” Alex tiba di pelabuhan Ketapang pukul 07.30 WIB, namun harus menunggu lebih dari tiga jam sebelum dapat naik kapal, menyoroti antrean panjang yang masih terjadi.
Statistik Penyeberangan H-4
Selama periode H-4 (10 hari sebelum Lebaran hingga H-4), total penumpang yang menyebrangi selat dari Jawa ke Bali mencapai 166.322 orang, meningkat 1,8% dibandingkan tahun sebelumnya. Total kendaraan yang melewati selat dalam rentang waktu yang sama tercatat 32.721 unit, naik 3%.
- Roda dua: 499 unit (+7,3%)
- Roda empat: 1.735 unit (-8,9%)
- Truk: 533 unit (+0,6%)
- Bus: 374 unit (-13%)
Pergeseran Arus Penumpang dari Bali ke Jawa
Data Posko Gilimanuk untuk 24 jam yang sama mencatat 243 trip kapal. Penumpang yang menyeberang dari Bali ke Jawa berjumlah 74.263 orang, sedikit turun 1,4% dibandingkan tahun lalu. Kendaraan roda dua meningkat 7,2% menjadi 16.909 unit, sementara roda empat turun 11,2% menjadi 6.016 unit. Truk naik 0,8% menjadi 1.586 unit, dan bus sedikit menurun 1% menjadi 594 unit. Total kendaraan yang menyeberang dari Bali ke Jawa tercatat 25.105 unit, naik 1,6%.
Selama rentang H-10 hingga H-4, total penumpang yang bergerak dari Bali ke Jawa mencapai 383.398 orang (kenaikan 0,3%) dan total kendaraan mencapai 122.892 unit (kenaikan 2,6%).
Implikasi Menjelang Nyepi dan Proyeksi Selanjutnya
Kondisi antrean panjang di Ketapang menunjukkan bahwa meskipun total penumpang menurun, permintaan perjalanan tetap tinggi karena banyak wisatawan memilih Bali sebagai tujuan akhir liburan Lebaran. Antrean yang lama juga berdampak pada jadwal kapal, menimbulkan potensi penundaan bagi penumpang yang memiliki rencana kembali ke Jawa sebelum Nyepi.
Para pekerja migran seperti Yuda, yang kembali ke kampung asalnya di Singaraja untuk merayakan Nyepi, menambah dinamika arus balik. Ia menyampaikan akan tinggal tiga hari di Bali sebelum kembali ke Banyuwangi untuk melaksanakan tugas layanan setelah salat Idul Fitri.
Secara keseluruhan, data menunjukkan pergeseran pola mobilitas pada musim libur: penurunan total kendaraan namun peningkatan kendaraan roda dua, serta peningkatan jumlah penumpang secara keseluruhan. Pihak pengelola pelabuhan diharapkan dapat menyesuaikan jadwal kapal dan meningkatkan layanan penumpang agar antrean tidak menjadi kendala utama menjelang hari raya.
Dengan persiapan yang tepat, diharapkan arus wisatawan dapat tetap terkelola dengan baik, memberikan kenyamanan bagi penumpang, dan mendukung sektor pariwisata Bali serta ekonomi lintas selat selama periode Lebaran.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.








