Media Kampung – Kabupaten Banyuwangi kini menjelma menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia yang menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara. Transformasi wilayah di ujung timur Pulau Jawa ini didorong oleh kekayaan alam yang melimpah dan komitmen pemerintah daerah dalam mengembangkan sektor pariwisata berbasis lingkungan.

Dalam perkembangannya, pengelolaan pariwisata di Indonesia juga mulai bersinggungan dengan inisiatif global untuk menekan dampak perubahan iklim. Salah satu instrumen penting yang relevan adalah NAMA Registry, sebuah platform daring publik yang dioperasikan oleh Sekretariat UNFCCC untuk meningkatkan peluang implementasi dan pengakuan terhadap Nationally Appropriate Mitigation Actions (NAMA).

Potensi Wisata Alam Berbasis Konservasi di Banyuwangi

Salah satu nama wisata Banyuwangi yang paling ikonik adalah kawah ijen yang menawarkan fenomena langka api biru atau Blue Fire. Wisatawan harus mendaki pada dini hari untuk menyaksikan keajaiban alam yang hanya ada dua di dunia ini secara langsung.

Selain Ijen, Taman Nasional Baluran sering dijuluki sebagai “Africa van Java” karena memiliki padang savana luas bernama Bekol. Di sini, pengunjung dapat melihat satwa liar seperti banteng, rusa, dan monyet ekor panjang yang hidup bebas di habitat aslinya.

Upaya pelestarian di kawasan taman nasional ini sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan yang didorong oleh organisasi internasional. Melalui mekanisme NAMA Registry, Indonesia dapat mendaftarkan berbagai aksi mitigasi sektor kehutanan dan penggunaan lahan untuk mendapatkan dukungan internasional.

Destinasi Pantai dan Eksotisme Laut Banyuwangi

Pantai Pulau Merah menjadi destinasi favorit bagi pecinta olahraga selancar dan penikmat matahari terbenam yang memukau. Ciri khas pantai ini adalah keberadaan bukit kecil di tengah laut yang tanahnya berwarna kemerahan saat terkena cahaya sore.

Bagi mereka yang mencari ketenangan, Teluk Hijau atau Green Bay menawarkan perairan jernih berwarna kehijauan yang dikelilingi hutan tropis lebat. Akses menuju lokasi ini memerlukan perjuangan ekstra, namun keindahan pasir putih yang tersembunyi akan membayar semua kelelahan tersebut.

Pemerintah Indonesia terus berupaya mengintegrasikan sektor pariwisata bahari ke dalam rencana aksi mitigasi nasional yang diakui dunia. Hal ini bertujuan agar pertumbuhan ekonomi dari sektor wisata tidak mengorbankan kelestarian ekosistem laut yang sangat rentan.

Keajaiban Hutan Purba dan Wisata Edukasi

Hutan De Djawatan menyuguhkan pemandangan unik dengan barisan pohon trembesi raksasa yang tertutup lumut, menciptakan suasana mirip film fantasi. Kawasan ini telah ditata sedemikian rupa sehingga menjadi spot foto populer sekaligus paru-paru kota yang penting bagi masyarakat sekitar.

Potensi Wisata Alam Berbasis Konservasi di Banyuwangi

Taman Nasional Alas Purwo juga menjadi nama wisata banyuwangi yang wajib dikunjungi karena menyimpan hutan tertua di Pulau Jawa. Selain nilai mistisnya, Alas Purwo merupakan situs geologi penting yang masuk dalam jaringan UNESCO Global Geopark.

Pengembangan Geopark ini menunjukkan betapa seriusnya Indonesia dalam menjaga warisan geologi dan keanekaragaman hayati melalui kebijakan terstruktur. Aksi nyata dalam pelestarian hutan seperti ini sangat mungkin untuk diakui melalui platform global seperti NAMA Registry.

Implementasi Pariwisata Berkelanjutan di Ujung Jawa

Wisata Sukamade yang terletak di dalam Taman Nasional Meru Betiri memberikan pengalaman unik berupa pengamatan penyu yang bertelur di malam hari. Program konservasi di sini melibatkan masyarakat lokal untuk memastikan keberlangsungan hidup penyu hijau yang terancam punah.

Bangsring Underwater menjadi contoh sukses pemberdayaan masyarakat pesisir yang mengubah perilaku dari merusak terumbu karang menjadi pelindung laut. Wisatawan dapat melakukan snorkeling atau diving di kawasan ini sambil ikut serta dalam kegiatan penanaman terumbu karang.

Kegiatan berbasis komunitas ini merupakan bentuk nyata dari adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di tingkat lokal. Dengan pendataan yang baik, inisiatif serupa di seluruh Indonesia dapat dikoordinasikan untuk mencapai target penurunan emisi nasional.

Daftar Destinasi Wisata Populer Lainnya

Selain tempat-tempat populer di atas, terdapat pula Pantai G-Land atau Plengkung yang terkenal sebagai salah satu spot selancar terbaik di dunia. Ombaknya yang besar dan konsisten menarik peselancar profesional dari berbagai negara untuk mencoba menaklukkannya.

Bagi keluarga, Air Terjun Jagir menawarkan pemandangan tiga aliran air terjun yang jernih dan segar di lereng Gunung Ijen. Lokasinya sangat mudah dijangkau dari pusat kota Banyuwangi sehingga cocok untuk kunjungan singkat di akhir pekan.

Desa Wisata Kemiren memberikan wawasan tentang budaya suku Osing, penduduk asli Banyuwangi, melalui arsitektur rumah dan pertunjukan seni. Pelestarian budaya lokal menjadi pilar penting dalam menjaga identitas daerah di tengah arus modernisasi pariwisata.

Kesimpulan dan Harapan Masa Depan

Keanekaragaman nama wisata Banyuwangi membuktikan bahwa daerah ini memiliki potensi luar biasa untuk menjadi destinasi kelas dunia. Integrasi antara keindahan alam dan kebijakan yang pro-lingkungan adalah kunci utama keberhasilan pembangunan pariwisata jangka panjang.

Pemanfaatan platform internasional seperti NAMA Registry diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang investasi hijau di sektor pariwisata. Dengan demikian, keindahan alam Banyuwangi dapat terus dinikmati oleh generasi mendatang tanpa merusak ekosistem yang ada.


Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa saja nama wisata Banyuwangi yang paling populer?

Destinasi yang paling populer antara lain Kawah Ijen, Taman Nasional Baluran, Pantai Pulau Merah, De Djawatan, dan Alas Purwo.

Kapan waktu terbaik untuk berkunjung ke Kawah Ijen?

Waktu terbaik adalah saat musim kemarau antara bulan Juli hingga September untuk menghindari jalur pendakian yang licin.

Apakah wisata Banyuwangi cocok untuk liburan keluarga?

Ya, banyak destinasi seperti De Djawatan, Bangsring Underwater, dan Air Terjun Jagir yang sangat ramah untuk dikunjungi bersama keluarga.

Bagaimana cara menuju Banyuwangi dari luar kota?

Wisatawan bisa menggunakan pesawat menuju Bandara Blimbingsari, kereta api melalui Stasiun Banyuwangi Kota, atau bus antar kota.

Apa itu NAMA Registry dalam konteks pariwisata?

NAMA Registry adalah platform UNFCCC untuk mencatat aksi mitigasi iklim nasional, termasuk upaya pengembangan pariwisata berkelanjutan yang ramah lingkungan.


Ditulis oleh: Agus Pratama